Hakikat Waktu

0
913

BincangSyariah.Com – Waktu terus berjalan ke depan, bagai air mengalir dan terus menerus dalam perubahan. Tak ada yang tetap. Ia tak akan kembali. Kehendak atau keinginan untuk mewujudkan masa lalu dengan seluruh nuansanya hanyalah lamunan, angan-angan, atau utopia belaka, bagai ucapan kakek-kakek,

يَالَيْتَ الشَّبَابَ يَعُودُ يَوْماً.

Oh, andai masa muda kembali suatu hari.

Perjalanan waktu itu pada akhirnya akan berhenti pada satu titik bernama kematian. Semuanya akan hilang, lenyap, dan senyap. Semuanya akan meninggalkan dan melepaskan segala yang ada di rumahnya.

Milik kita hanyalah apa yang sudah kita gunakan, bukan apa yang akan kita gunakan atau yang kita simpan di rumah atau di tempat penyimpanan kita. Karena esok tak pasti milik kita. Esok adalah misteri Tuhan. Hanya Dia Yang mengetahui.

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Luqman [31]: 34).

Milik kita adalah hari ini kita. Jika hari kita masih punya biji untuk ditanam, segeralah tanam. Jangan kau tunda sampai esok apa yang bisa kau kerjakan hari ini.

Sampai di sini, aku ingat pandangan para bijak bestari. Mereka mengatakan, “Wujud semesta hanyalah pinjaman, bukan wujud yang sesungguhnya. Wujud yang sejati hanyalah Dia, Allah Yang Maha Esa, tak ada yang lain.” Semua akan kembali kepada-Nya sendiri-sendiri. Dan semua akan melihat hasil dari apa yang sudah dikerjakannya sepanjang ia mengarungi waktu.

Baca Juga :  Hukum Sedekah kepada Non-Muslim

Alquran mengingatkan,

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan dan saling menasihati agar mengikuti kebenaran dan saling menasihati agar senantiasa bersabar. (Q.S al-‘Ashr [103]).[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here