Hadis tentang Tahapan Penciptaan Manusia dan Garis Takdirnya

2
32341

BincangSyariah.Com – Setiap manusia terlahir dari rahim seorang ibu kecuali Nabi Adam dan Hawa, karena mereka manusia pertama yang diciptakan oleh Allah swt. Semua orang pun telah ditentukan takdirnya, matinya, rezekinya, dan amal perbuatannya. Hal ini pun  dijelaskan oleh Rasulullah saw. di dalam hadis sebagai berikut.

عَنْ اَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ  إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِى بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِىٌّ أَوْ سَعِيْدٌ فَوَالَّذِى لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abi Abdirrahman Abdillah bin Mas’ud r.a., ia berkata, Rasulullah saw. yang dialah orang yang jujur dan terpercaya pernah bercerita kepada kami.

“Sesunggunya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari (berupa nutfah/sperma), kemudian menjadi alaqah (segumpal darah) selama waktu itu juga, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama waktu itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat empat perkara yang telah ditentutkan yaitu; rezekinya, ajal, amal perbuatan, dan sengsara atau bahagianya.

Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, sesunggguhnya ada seseorang di antara kalian beramal dengan amalan penghuni surga, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali sehasta saja, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka ia pun masuk neraka.

Baca Juga :  Belajar Tauhid; Sifat Jaiz Bagi Para Nabi

Ada seseorang di antara kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali sehasta saja, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan penghuni surga, maka ia pun masuk surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, Rasulullah saw. telah menjelaskan kepada kita bahwa tahapan penciptaan manusia itu dimulai dari berupa janin di dalam perut ibunya. Lalu selama 120 hari janin itu mengalami tiga fase. 40 hari pertama adalah fase berupa mani/sperma. Sedangkan 40 hari kedua adalah fase berupa segumpal darah. Dan 40 hari ketiga adalah fase berupa segumpal daging.

Lalu setelah genap empat bulan atau 120 hari tersebut, Allah swt. pun mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalam janin itu. Allah swt. juga memerintahkannya untuk menuliskan empat takdirnya. Rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan bahagia serta celakanya. Sementara tidak ada yang tahu rezeki apa yang dituliskan malaikat itu, kapan ajal/kematian kita datang, apa yang akan kita lakukan esok, serta termasuk golongan bahagia atau celakakah kita nanti.

Oleh karena itu, hadis ini menjadikan motivasi kita untuk memperbanyak amal shalih, karena di antara kita semua tidak ada yang tahu kapan kematian akan menghampiri.

Hadis ini juga mengajarkan kita akan pentingnya tawakkal kepada Allah swt., serta tidak takut kepada kefakiran, karena rezeki kita telah dituliskan dan ditentukan Allah swt. semenjak kita berumur  120 hari di dalam kandungan ibu.

Selain itu, hadis ini juga mewaspadai kita terhadap kematian yang suul khatimah, yakni kematian yang menghampiri saat kita jauh dari Allah swt. Oleh sebab itu, sudah semestinya kita senantiasa berdoa kepada Allah swt. supaya mengambil nyawa kita dalam keadaan husnul khatimah, keadaan yang baik dan dekat kepada Allah swt.

Baca Juga :  Melawan Fitnah, Hoax dan Penghinaan, Bolehkah??

Hal ini disebabkan karena meskipun saat ini kita merasa dekat kepada Allah swt. dengan menjalankan perintahNya dan laranganNya, namun kita tidak dapat menjamin akhir hidup kita apakah akan istiqamah seperti itu atau tidak. Sebagaimana gambaran Rasulullah saw. di dalam hadis tersebut, betapa orang alim selama hidupnya justru meninggal dalam keadaan suul khatimah yang dapat menjerumuskannya ke dalam neraka, dan ada pula orang yang sangat buruk amalnya, namun ia mati dalam keadaan husnul khatimah yang dapat menghantarkannya ke dalam surga.

Hal tersebut juga mengingatkan kita agar tidak mudah menghakimi hidup seseorang akan mati dalam keadaan suul khatimah karena perbuatan buruknya selama di dunia. Karena bisa jadi ia justru akan bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah swt. di masa akhir hayatnya. Oleh karena itu, hal yang dapat kita lakukan ketika melihat orang buruk akhlaknya adalah mendoakannya agar segera diberikan hidayah oleh Allah swt. bukan malah mendoakan sebaliknya.

Demikian penjelasan tentang hadis tahapan penciptaan manusia dan garis takdirnya. Semoga bermanfaat. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here