Hadis tentang Allah Tidak Pernah Zalim

1
320

BincangSyariah.Com – Ada suatu hadis Qudsi yang panjang lebar disebutkan diantara di dalam Shahih Muslim, dari Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Allah tidak pernah zalim. Pengertian zalim disini adalah, melakukan sesuatu yang tidak seharusnya. Berikut ini hadisnya,

يا عبادي إني حرمت الظلم على نفسي ، وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا ، يا عبادي كلكم ضال إلا من هديته ، فاستهدوني أهدكم ، يا عبادي كلكم جائع إلا من أطعمته ، فاستطعموني أُطعمكم ، يا عبادي كلكم عار إلا من كسوته ، فاستكسوني أكسكم ، يا عبادي إنكم تخطئون بالليلِ والنهار ، وأنا أغفر الذنوب جميعا فاستغفروني أغفر لكم ، يا عبادي إِنكم لن تبلغوا ضري فتضروني ، ولن تبلغوا نفعي فتنفعوني ، يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم ما زاد ذلك في ملكي شيئا ، يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم كانوا على أفجرِ قلب واحد منكم ما نقص من ملكي شيئا ، يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم قاموا في صعيد واحد فسألوني ، فأعطيت كل واحد مسألته ما نقص ذلك مما عندي إلا كما ينقص المخيط إذا أدخل البحر ، يا عِبادي إنما هي أعمالكم أحصيها لكم ثم أوفيكم إياها ، فمن وجد خيرا فليحمد الله ، ومن وجد غير ذلك فلا يلومن إلا نفسه

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku haramkan kezaliman ada pada diriku, dan aku jadikan kezaliman itu juga haram bagi kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua itu sebenarnya sesat kecuali Aku berikan petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, Aku akan berikan hidayat. Wahai hamba-Ku, kalian semua itu hakikatnya kelaparan, kecuali Aku yang berikan nafkah makanan. Maka mintalah makanan kepada-Ku, Aku berikan makanan kepada kalian. Wahai hamba-Ku, kalian semua itu hakikatnya tak berbusana, kecuali Aku berikan busana. Makalah mohonlah agar dianugerahi busana kepada-Ku, Aku akan pakaikan kepada kalian. Hamba-Ku, kalian semua itu pasti melakukan kekeliruan di sepanjang siang dan malam, dan Akulah yang mengampuni semua dosa dan kesalahan, maka mintalah kepada-Ku ampunan itu. Wahai hamba-Ku, kalian tidak akan mampu memberi marabahaya kepada-Ku dan juga tidak akan memberikan manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-Ku, jika kalian (makhluk alam semesta) semua sejak pertama ada sampai yang paling terakhir, baik manusia maupun jin, berperilaku paling shalih, itu tidak akan menambah sedikit-Pun dari kekuasaan-Ku. Begitu juga, jika kalian semua (pertama hingga terakhir) berperilaku seseorang yang paling lacur, itu tidak akan mengurangi tingkat kekuasaan-Ku. Wahai hamba-Ku, andaikan kalian semua, jin maupun manusia, sejak dahulu sampai yang terakhir hidup, berada di satu tanah lapang bersama-sama meminta kepada-Ku, lalu Aku kabulkan semua permintaan kalian satu persatu, tidak akan berkurang sama sekali kekuasaan-Ku, permintaan makhluk tadi layaknya jarum jika dimasukkan ke dalam samudra. Wahai hamba-Ku, amal-amal kalian itu milik kalian senantiasa Aku hisab kemudian aku akan berikan ganjaran. Maka siapa yang berbuat baik, berpujilah kepada Allah. Dan yang mendapati sebaiknya, jangan salahkan siapapun kecuali diri kalian sendiri (H.R. Muslim).

Sebenarya hadis diatas bisa memiliki makna yang banyak sekali. Dalam hadis tersebut, penjelasan Allah tidak pernah zalim disebutkan dengan sekian contoh yang sangat bermacam-macam, namun muaranya adalah penegasan bahwa sebenarnya makhluk-Nya tidak memiliki daya apapun kecuali atas rahmat dan pertolongan Allah Swt. Dalam persoalan kekelirun manusia, manusia Allah nyatakan seluruhnya pasti pernah keliru dan solusinya, minta saja ampunan kepada-Nya, Allah akan ampuni.

Baca Juga :  Perintah Berpikir Kritis dari Rasulullah Saw

Ketidakzaliman Allah berikutnya adalah, manusia kekeliruan dan permintaan manusia seluruhnya itu tidak mengurangi sedikitpun mempengaruhi kekuasaan. Dalam hadis tersebut, digambarkan andaikan seluruh orang di dunia ini hatinya rusak, bahkan tidak beriman di riwayat lain, Allah tidak rugi sama sekali. Padahal, kalau ada sifat rugi pada Allah, tentu Allah butuh berupaya membuat makhluk-Nya beriman. Dan begitu juga sebaliknya. Karenanya, dalam hadis ini, redaksi terakhirnya adalah kalau kita berbuat baik, bersyukurlah kepada Allah. Sebagai sebuah amal shalih, Allah akan balas itu. Begitu juga ketika berbuat buruk, tidak perlu menyalahkan siapa-siapa (apalagi sampai menyalahkan Tuhan), tapi tanyalah kepada diri sendiri dan menyesallah setelah menyadarinya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here