Hadis tentang Persaudaraan dan Persatuan Umat

0
48

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab hadis, banyak sekali hadis tentang perintah untuk saling menjaga persaudaraan dan persatuan umat Islam. Ini menunjukkan bahwa Nabi Saw sangat memperhatikan mengenai pentingnya masalah persaudaraan dan persatuan ini. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah kumpulan hadis tentang persaudaraan dan persatuan umat. (Baca: Grand Syaikh al-Azhar dan Paus Fransiskus Sepakati Piagam Persaudaraan Kemanusiaan, Ini Isinya)

Hadis pertama mengenai persaudaraan dan larangan untuk saling mendzalimi, meremehkan dan menyakiti. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abdullah bin Umar, dia berkata Nabi Saw bersabda;

اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ اَلتَّقْوَى هَهُنَا يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh mendzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Takwa adalah di sini-beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali. Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang muslim terhadap muslim lainnya adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya.

Hadis kedua mengenai persaudaraan dan kewajiban membantu sesama muslim yang lain. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Umar, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

الْمُسْلِمُ أَخُوالْمُسْلِمِ ، لَا يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يُسْلِمُهُ . وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِى حَاجَتِهِ  وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً ، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَمُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh mendzaliminya dan tidak membiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari kiamat. Dan siapa yang menutupi keburukan seorang muslim, maka Allah akan menutupinya di hari kiamat.

Baca Juga :  Sa’ad bin 'Ubadah: Kaya Raya, Loyalis Nabi Muhammad, Menolak Baiat pada Abu Bakar

Hadis ketiga mengenai persaudaraan dan larangan saling bermusuhan dan saling dengki. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

لاَتَقَا طَعُوا وَلاَتَدَا بَرُوا وَلَاتَبَا غَضُوا وَلاَتَحَا سَدُوا ، وَكُونُواعِبَادَ اللهِ إخْوَانًا ، وَلاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أنْ يَهْجُرَ أخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ

Kalian jangan saling memutus hubungan, jangan saling membenci, jangan saling mendengki, dan hendaknya kalian menjadi hamba Allah yang saling bersaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim memusuhi saudaranya melebihi tiga hari.

Hadis keempat mengenai persatuan. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Musa, dari Nabi Saw, beliau bersabda;

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشبك أصابعه

Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain seperti bangunan. Yang sebagian menguatkan sebagian yang lain. Dan Nabi Saw menggabungkan jari-jari tangannya.

Hadis kelima mengenai larangan saling bermusuhan dan anjuran untuk saling mengucapkan salam dan sapa. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Ayyub, bahwa Nabi Saw bersabda;

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ, فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا وَخَيْرُهُمَا اَلَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ

Tidak halal bagi seorang muslim memusuhi saudaranya lebih dari tiga hari. Jika keduanya bertemu, maka yang seorang berpaling kesana dan yang seorang lagi berpaling ke sini. Tetapi yang paling baik di antara keduanya adalah adalah yang memulai mengucapkan salam terlebih dahulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here