Hadis-Hadis tentang Larangan Merusak Pohon

0
2565

BincangSyariah.Com – Pohon begitu bermanfaat bagi manusia, maka merusak pohon adalah perilaku yang tercela di mata agama. Pelajaran ilmu alam atau biologi menjelaskan bahwa dari pohonlah udara sehat berupa oksigen dapat kita hirup, setelah dikeluarkan dari pohon yang mengolah karbon dioksida. Itu mengapa ketika di suatu wilayah semakit sedikit pohon, kita menjadi semakin merasa gersang, kering, bahkan jika diperparah dengan polusi udara dalam waktu yang lama membuat nafas kita menjadi sesak.

Salah satu peristiwa besar yang hari ini belum selesai ditangani kita tahu adalah kebakaran hutan di Kalimantan Tengah dan Riau. Jika itu dilakukan atas kesengajaan, perilakunya benar-benar tidak manusiawi. Pemerintah juga dituntut untuk segera mencari jalan keluar paling efektif dan tidak malu meminta bantuan negara lain.

Syaikh ‘Ali Jum’ah dalam bukunya al-Bii’ah wa al-Hifazh ‘alayhaa min Manzhuurin Islamiyyin mengumpulkan beberapa hadis yang menjadi dasarnya penting menjaga alam, khususnya dalam bentuk tidak merusak tanaman. Berikut ini hadis-hadisnya,

Hadis Pertama, Larangan Memotong Pohon Rimbun

من قطع سدرة صوّب الله رأسه في النار

Siapa yang memotong pohon bidara (ziziphus spina-christi), Allah akan hadapkan wajahnya ke neraka.  

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, an-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra, dan masih banyak lagi. Derajat hadis ini adalah hasan. Dalam al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya al-Qurthubi, Imam Abu Dawud menjelaskan sendiri bahwa hadis ini sebenarnya diringkas. Redaksi lengkapnya adalah,

من قطع سدرة في فلاة يستظل بها ابن السبيل والبهائم عبثاً وظلماً بغير حق يكون له فيها، صوب الله رأسه في النار

Siapa yang memotong pohon sidrah (bidara besar) di sebuah tanah yang luas dimana berteduh di bawahnya musafir dan hewan-hewan karena usil bahkan semena-mena, Allah akan menghadapkan wajahnya ke neraka.

Pohon bidara ini bentuknya memilki batang yang besar dan cabang yang melebar. Mirip seperti pohon beringin yang sudah tua. Pohon ini biasa tumbuh di wilayah Arab dan Suriah.

Baca Juga :  Muaz bin Jabal Koreksi Umar Soal Hukum Rajam

Hadis Kedua, Setiap Pohon yang Ditanam Jadi Sedekah

ما من مسلم يغرس غرسًا إلّا كان ما أكل منه له صدقة، وما سرق منه له صدقة، وما أكل السبُعُ منه فهو له صدقة، وما أكلت الطّير فهو له صدقة، ولا يرزأه أحد إلا كان له صدقة

Setiap muslim yang menanam satu biji, maka apa yang dapat dimakan dari pohon itu jadi sedekah baginya; apa yang dicuri dari pohon itu juga jadi sedekah baginya; apa yang dimakan hewan bertaring juga jadi sedekah baginya; apa yang dimakan oleh burung; dan siapapun yang mengambil manfaat dari pohon itu, hasilnya menjadi sedekah bagi penanamnya.

Hadis ini shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Sejumlah ulama menjadikan hadis ini sebagai dalil bahwa pertanian adalah pekerjaan yang paling mulia.

Hadis Ketiga, Setiap Buah yang Ditanam Jadi Sedekah

من نصب شجرةً فصبر على حفظها والقيام عليها حتى تثمر كان له في كل شيء يصاب من ثمرتها صدقة عند الله عزّ وجلّ

Siapa yang menegakkan/menanam satu pohon, lalu ia sabar menjaga dan merawatnya sampai berbuah, maka semua yang mendapat manfaat seperti dari buahnya, menjadi sedekah baginya disisi Allah 

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya serta al-Baihaqi dalam Syu’abu al-Iman, dan al-Haitsami dalam Majma’ al-Zawaid.

Hadis Keempat, Meski Esok Kiamat, Tetaplah Menanam Pohon

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

Jika kiamat tiba dan di tangan kalian ada bibit kurma, maka jika sebelum kiamat bisa menanamnya, maka tanamlah.

Hadis ini disebutkan dalam al-Adab al-Mufrad al-Bukhari, Musnad al-Bazzar, Musnad ‘Abd bin Humaid, dan Musnad Ahmad namun dengan redaksi yang sedikit berbeda.

Baca Juga :  Bagaimana Islam Memandang Kesenian? Kesenian sebagai Keindahan Hidup (3)

Semoga bisa menjadi pengingat kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here