Hadis-Hadis tentang Kapan Lailatul Qadar

0
1125

BincangSyariah.Com – Hari ini dan besok adalah diantara malam paling terakhir bulan Ramadan. Hari ini adalah diantara sepuluh malam terakhir di bulan suci Ramadan. Kita tahu, bahwa Rasulullah saw. ketika memasuki sepuluh hari terakhir akhir bulan suci Ramadan, beliau memperbanyak ibadahnya. Alasannya adalah, karena beliau sendiri pernah bersabda bahwa apa yang disebut sebagai lailatu al-qadar itu, silahkan dicarinya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Namun, pernahkah ada yang bertanya dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan tersebut, kapan Lailatul Qadar sesungguhnya tiba ? Di malam apa ia hadir ? Rupanya, ada sekian riwayat yang membicarakan tentang kapan Lailatul Qadar. Berikut penulis mencoba kutipkan hadis-hadis tentang kapan Lailatul Qadar tersebut.

Satu, riwayat Imam Ahmad, An-Nasa’i, dan At-Tirmidzi dari Abi Bakrah ra.

ما أنا بملتمسها لشيء سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا في العشر الأواخر، فإنس سمعته يقول: التمسوها في تسع يبقين، أو سبع يبقين، أو خمس يبقين، أو ثلاث يبقين، أو آخر ليلة).

Saya tidak mencari Lailatul Qadar itu kecuali di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan berdasarkan yang aku dengar dari Rasulullah Saw. Aku mendengar beliau bersabda: “carila Lailatul Qadar itu di sembilan malam yang tersisa, atau tujuh malam yang tersisa, atau lima malam yang tersisa, atau tiga malam yang terakhir, atau malam terakhr.

Abu Bakrah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan memperbanyak melaksanakan ibadah lebih dari dua puluh hari pertama bulan Ramadan.

Dua, riwayat Imam Ahmad dan An-Nasa’i dari Abu Dzar al-Ghifari Ra. Abu Dzar al-Ghifari pernah bertanya berulang-ulang kepada Rasulullah Saw. soal kapan Lailatul Qadar sampai Rasulullah Saw. dalam riwayat tersebut merasa cukup jengkel dengan pertanyaan Abu Dzar. Berikut kisahnya,

Baca Juga :  Hukum Menggelar Walimah di Jalanan Umum

كنت أسأل الناس عنها، يعني ليلة القدر. فقلت: يا رسول الله، أخبرني عن ليلة القدر، أفي مرضان هي أو في غيره؟ قال: بل هي في رمضان. قلت: تكون مع الأنبياء ما كانوا، فإذا قبضوا رفعت، أم هي إلى يوم القيامة ؟ قال: بل هي إلى يوم القيامة. قلت: في أي رمضان هي ؟ قال: التمسوها في العشر الأول والعشر الأواخر. قلت: في أي العشرين هي ؟ قال: في العشر الأواخر، لا تسألني عن شيء بعدها. ثم حدث رسول الله صلى الله عليه وسلم، ثم اهتبلت غفلته، فقلت: يا رسول الله، أقسمت عليك بحقي لما أخبرتني، في أي العشر هي؟ فغضب علي غضبا لم يغضب مثله منذ صحبته، وقال: التمسوها في السبع الأواخر، لا تسألني عن شيء بعدها.

Aku adalah yang paling banyak bertanya dari orang lain soal ini – yaitu Lailtul Qadar. Aku bertanya, wahai Rasulullah, ceritakan tentang lailatul Qadar, apa ia di bulan Ramadan atau ada juga di bulan lain? Nabi menjawab: “cuma ada di bulan Ramadan.” Aku (Abu Dzar) bertanya lagi: Lailatul Qadar hanya ada saat para Nabi ada lalu ketika mereka wafat, Lailatul Qadar ikut tidak ada, atau ia ada sampai hari kiamat? Nabi menjawab: “Lailatul Qadar terus ada sampai kiamat!” Aku bertanya lagi: “di hari yang mana dari bulan Ramadan ?” Nabi menjawab: “cari di sepuluh hari pertama dan sepuluh hari terakhir!” Aku bertanya lagi: “dari dua puluh hari itu, di hari yang mana?” Nabi Saw. menjawab : « cari di sepuluh malam terakhir, dan jangan tanya saya lagi soal ini ! » kemudian Nabi Saw. bercakap dengan yang lain. Kemudian aku sejenak melupakan ucapan beliau. Aku bertanya : « Wahai Rasulullah, aku bersumpah kepadamu, soal apa yang engkau sampaikan, di sepuluh hari terakhir ramadan, di hari yang mana ? Lalu Nabi Saw. marah kepadaku dengan kemarahan yang belum pernah aku lain semenjak aku bersama beliau. Lalu beliau berkata : « cari di tujuh hari terakhir, dan jangan tanya saya lagi soal ini ! »

Dari riwayat diatas, menurut Ibn Rajab Hanbali menjadi dalil mereka yang mengatakan Lailatul Qadar dicari di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, atau yang mengatakan carilah di tujuh hari terakhir, lima hari, sampai hari terakhir bulan Ramadan.

Baca Juga :  Anjuran Nabi agar Merayakan Pernikahan

Lailatul Qadar memang bukan untuk dicari di hari apa, tapi berusaha beribadah sebaik mungkin, apalagi dengan mengoptimalkannya di bulan suci Ramadan, lalu menjaganya di bulan-bulan sesudahnya adalah tujuan utama dari Lailatu al-Qadar ini. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here