Hadis-Hadis Rasulullah tentang Menyayangi Hewan

0
531

BincangSyariah.Com – Diantara makhluk ciptaan Allah adalah hewan. Baik hewan, maupun manusia, sama-sama merupakan ciptaan Allah Swt. Allah Swt. memang menakdirkan hewan untuk ditundukkan oleh manusia karena manusia memiliki akal pikiran. Sebagian hewan ada yang memang berbahaya dan manusia harus menjauhinya, tapi ada juga yang Allah takdirkan hewan tersebut dimanfaatkan manusia baik untuk dikonsumsi maupun sebagai pengangkut seperti kuda, keledai, atau gajah.

Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda dalam berbagai kesempatan yang menyampaikan pesan tentang pentingnya menyangi hewan sebagai diantara makhluk Allah. Berikut hadis-hadis Rasulullah tentang menyayangi hewan seperti dikutip dari kitab al-Bi’ah wa al-Hifazh ‘Alayhaa min Manzhurin Islamiy karya Syaikh ‘Ali Jum’ah.

Hadis Pertama, keutamaan hewan sebagai sarana transportasi dan larangan menyiksanya. Diriwayatkan dari Sunan Abi Dawud dari Abu Hurairah Ra.

إيَّاكم أن تتَّخذوا ظُهورَ دوابِّكم منابرَ فإنَّ اللَّهَ إنَّما سخَّرَها لَكم لتبلِّغَكم إلى بلدٍ لم تَكونوا بالغيهِ إلَّا بشِقِّ الأنفُسِ وجعلَ لَكمُ الأرضَ فعَليْها فاقضوا حاجتَكم

“Janganlah sampai kalian menjadikan punggung hewan pengangkut kalian sebagai tempat duduk/mimbar. Sesungguhnya Allah menciptakannya untuk mengantarkan kalian ke satu negeri yang kalian tidak mngkin mencapainya (tanpa hewan itu)  kecuali dengan rasa payah. Dan Allah telah menjadikan bumi untuk kalian dan untuk hewan juga, maka penuhilah hajatmu (seperlunya saja).” (H.R. Abi Dawud)

Hadis kedua, larangan menyiksa hewan ini juga terdapat dalam riwayat unta yang menangis di hadapan Rasulullah dan Rasul memiliki mukjizat bisa mengetahui keluhan unta tersebut. Riayat tersebut bersumber dari Sunan Abi Dawud dan Musnad Ahmad dari Abdullah bin Ja’far ra., beliau mengisahkan,

 أردفني رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم خلفه ذاتَ يومٍ فأسرَّ إليَّ حديثًا لا أُحدِّثُ به أحدًا من النَّاسِ وكان أحبُّ ما استتر به النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم لحاجتِه هدفًا أو حائشَ نخلٍ فدخل حائطًا لرجلٍ من الأنصارِ فإذا فيه جملٌ فلمَّا رأَى النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم حنَّ وذرِفت عيناه فأتاه رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فمسَح ذِفراه فسكت فقال من ربُّ هذا الجملِ لمن هذا الجملُ فجاء فتًى من الأنصارِ فقال لي يا رسولَ اللهِ فقال أفلا تتَّقي اللهَ في هذه البهيمةِ الَّتي ملَّكك اللهُ إيَّاها ؛ فإنَّه شكَى إليَّ أنَّك تُجيعُه وتُدئِبُه

Suatu hari, Rasulullah Saw. memboncengku. Lalu beliau membisiki aku sesuatu yang aku tidak akan sampaikan kepada siapapun. Dan, yang paling Rasulullah Saw. senangi untuk ditutupi adalah untuk (buang) hajat dengan (bersembunyi) di balik bukit, atau haaisy (pepohonan kurma yang lebat). Abdullah bin Ja’far berkata: Lalu Rasulullah Saw. masuk ke sebuah kebun milik seorang Anshar, dan ada unta di sana. Ketika unta itu melihat Rasulullah Saw., unta itu mulai menangis dan mengeluarkan air mata. Rasulullah lalu mendatangi unta itu, dia mengusap tengkuk unta itu dan terdiam. Beliau lalu bertanya: “Siapa pengurus unta ini? Siapa pemiliknya?” Lalu datang seorang pemuda kepada Rasulullah dan mengatakan, “unta ini milik saya wahai Rasul” Rasulullah Saw. bersabda: “Apakah kamu tidak takut kepada Allah dengan hewan yang telah Allah anugerahkan engkau memilikinya?! Unta itu mengeluh kepadaku bahwa engkau tidak memberinya makan dan mempekerjakannya terlalu berat.” (H.R Ab Dawud dan Ahmad)

Baca Juga :  Sebelum Memahami Islam, Pahami Sepuluh Prinsip Dasar dalam Ilmu Tafsir

Hadis Ketiga, diantara mukjizat Rasulullah Saw. adalah hewan-hewan tunduk kepadanya, meskipun sebelumnya terlihat buas di mata para pemiliknya,

عن أنس بن مالك قال: كان أهل بيت من الأنصار لهم جمل يسنون عليه. وإنّ الجمل استصعب عليهم فمنعهم  ظهره. وإن الأنصار جاؤوا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلّم فقالوا: إنّه كان لنا جملٌ نسني عليه، وإنّه استصعب علينا ومنعَنا ظهره، وقد عطش الزرعُ والنخلُ. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلّم لأصحابه: “قوموا” فقاموا فدخل الحائظ والجملُ في ناحيةٍ، فمشى النبيّ صلى الله عليه وسلّم نحوه. فقالت الأنصار: يا رسول الله إنّه قد صار مثل الكلْبِ الْكلِبِ وإنّا نخاف عليط صولته. فقال: “ليس عليه منه بأسٌ” فلمّا نظر الجملُ إلى رسول الله صلى الله عليه وسلّم أقبل نحوَه حتّى خرّ ساجدًا بيْنَ يديه، فأخذ رسول الله صلى الله عليه وسلّم بناصيته أذلّ ما كانت قطّ حتّى أدخله في العَملِ.

Dari Anas bin Malik: Dahulu ada seorang keluarga dari kalangan Anshar memiliki unta yang mereka gunakan untuk mengairi ladang. Untanya itu (namun) sulit dikendalikan dan tidak mau ditunggangi. Orang-orang Anshar pun datang bertanya kepada Rasulullah Saw. mereka bercerita: “kami memiliki unta untuk mengairi ladang. Tapi ia sulit dikendalikan oleh kami dan tidak mau ditunggangi. Padahal ladang dan kebun kurma telah kering.” Rasulullah Saw. lalu bersabda pada para sahabatnya: “bangkitlah (untuk melihatnya)!” Rasulullah Saw. lalu datang ke kebun keluarga itu dan unta berada di salah satu sudutnya. Nabi Saw. berjalan mendekati unta itu. Orang-orang Anshar berkata: “Ya Rasulullah, unta itu sudah seperti anjing buas. Kami takut keganasannya mengenaimu.!” Rasulullah menjawab: “saya tidak berbahaya baginya.” Ketika unta itu melihat Rasulullah saw., unta itu lalu menghadap Nabi dan duduk merunduk bersujud di hadapan Nabi Saw. Rasulullah Saw. pun bisa memegang dahi unta itu yang begitu rendah dan bisa membuatnya bergerak (untuk bekerja lagi).

Hadis Keempat, jika menjadikan hewan sebagai kendaraan, maka penuhi haknya, termasuk

Baca Juga :  Mengenal Istillah "Illat" dalam Memahami Hadis (1)

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إذا سافرتم في الخصب، فأعطوا الإبل حقّها من الأرض، وإذا سافرتم في السنة، فأسرعوا عليها السيْرَ، وإذا عرّستم بالليل، فاجتنبوا الطريقَ فإنّها مأوى الهوّامِ بالليل.

Dari Abu Hurairah Ra.: Rasulullah Saw. bersabda: “jika kalian melakukan perjalanan melewati tanah yang subur, berikanlah unta terhadap tanah tersebut (untuk menikmatinya). Jika kalian melewati daerah tandus, maka percepatlah perjalanannya. Jika kalian ingin tidur dalam perjalanan saat malam hari, maka jauhi jalanan. Karena di jalanan ada banyak hewan-hewan membahayakan di waktu malam. (H.R. Muslim, Abu Dawud, dan Ibn HIbban)

Hadis Kelima, Rasulullah Saw.bersabda tentang diazabnya seorang perempuan karena, mengurung seekor kucing sampai meninggal,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا، وَلاَ هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ

Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda : « seorang perempuan diazab karena menyiksa seeker kucing yang diikat sampai mati. Allah pun memasukannya ke neraka. Perempuan itu tidak memberikan makan atau minum ketika mengurungnya. Tidak juga membiarkannya mencari makan dari serangga-serangga di bumi. (Muttafaqun ‘Alaihi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here