Hadis-Hadis Nabi tentang Menjaga Air

0
846

BincangSyariah.Com – Air adalah diantara sumber kehidupan. Allah menciptakan air sehingga Allah menakdirkan bisa tumbuhnya tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan sebagai rizki yang bisa dinikmati manusia. Artinya, penciptaan air adalah diantara bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Allah misalnya berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 164,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit, bumi, pergantian siang dan malam, kapal yang dapat berlayar di laut yang memberi manfaat pada manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air yang dapat menghidupkan bumi setelah bumi itu mati, dan Allah tebarkan di seluruh bumi itu segala jenis hewan, hembusan angin dan awan yang teratur berada antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh adalah tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Dalam ayat tersebut, air disebut menjadi wasilah sumber kehidupan yang mampu menghidupkan – dalam arti menyuburkan – kembali tanah yang sudah mati atau kering. Ada ayat-ayat lain yang berbicara tentang keutamaan air. Misalnya surat Ibrahim : 32 atau surat al-Anbiya : 30.

Syaikh ‘Ali Jum’ah dalam karyanya al-Bii’ah wa al-Hifazhu ‘alaihaa min Manzhur Islamiyy mencatat beberapa poin penting dari sabda-sabda Nabi Saw. tentang pentingnya menjaga air,

Pertama, Nabi Muhammad Saw. melarang kita mengotori air. Ini tercermin dari hadis Nabi Saw. melarang mengotori atau membuang najis di air yang tidak mengalir alias menggenang,

عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم: أنه نهى أن يبالَ في الماء الراكد

Baca Juga :  Benarkah Nabi Pernah Disihir Orang Lain?

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Saw.: bahwasanya beliau melarang air yang tidak mengalir untuk dikotori atau dibuang najis kesana. (H.R. Muslim)

Dua, Nabi Saw. memerintahkan kita menjaga makanan dan minuman dari hewan-hewan kecil yang berkemungkinan membawa kuman kepada makanan tersebut. Dasarnya adalah hadis riwayat al-Bukhari,

أطفئوا المصابيح إذا رقدتم، وغلقوا الأبواب، وأوكوا الأسقية، وخمروا الطعام والشراب ولو بعودٍ تعرضه عليه

Matikanlah lentera-lentera jika kalian mau tidur, tutup pintu (saat tidur), ikat wadah-wadah minuman, dan tutuplah makanan dan minum meksipun caranya hanya dengan meletakkan kayu diatasnya.  

Ketiga, Nabi Saw. melarang kita untuk bernapas di dalam wadah minuman atau meniupnya. Ini disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidi, hingga Ibn Majah.

Keempat, Nabi Saw. setiap minum beliau tidak minum lebih dari tiga tegukan kemudian berhenti. Dan Nabi Saw. melarang untuk minum langsung banyak sekali tegukan. Terkait dengan larangan ini, Nabi Saw. ingin umatnya tidak mengikut perilaku orang Arab badui yang suka menegak minum langsung sekali tegukan. Cara minum tersebut sampai membuat tetesan air mengucur dari sela-sela mulutnya dan membasahi janggut.

Kelima, beliau melarang kita berlebihan menggunakan air, meskipun penggunaan air itu terkait urusan ibadah. Ini seperti disebutkan dalam hadis riwayat Ibn Majah dari Abdullah bin ‘Amr,

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما، أن النبي صلى الله عليه وسلم: مر بسعد وهو يتوضأ فقال: ما هذا السرف يا سعد؟ قال: أفي الوضوء سرف؟ قال: نعم، وإن كنت على نهر جارٍ.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu: bahwasanya Nabi Saw. pernah lewat di hadapan Sa’ad, dan dia sedang berwudhu. Rasulullah langsung berbicara: “Kok berlebihan seperti ini wahai Sa’ad?” Sa’ad menjawab: “Dalam wudhu berlaku (larangan) berlebihan juga?” Rasul Saw. bersabda: “Ya, meskipun engkau (berwudhu) dengan air sungai yang mengalir!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here