Hadis-Hadis Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

0
17681

BincangSyariah.Com – Kebersihan adalah diantara dimensi ajaran Islam yang sangat mendasar. Kebersihan, atau dalam bahasa fikihnya kemudian lebih diidentikkan dengan makna bersuci yaitu at-Thoharoh, menjadi salah satu syarat sahnya ibadah. Kesucian ini bahkan mencakup tidak hanya fisik, tapi juga tempat, pakaian di gunakan, hingga menutup aurat.

Kebersihan atau kesucian diri, bahkan bisa menjadi jalan bagi seorang hamba untuk mendapatkan cinta dari Tuhan. Allah berfirman dalam surat al-Baqarah: 222,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.

Berikut ini beberapa contoh sabda-sabda Nabi Saw. tentang larangan mengotori lingkungan atau menjaga kondisi yang bersih baik pribadi maupun lingkungan sekitar,

Pertama, Nabi Saw. melarang mengotori lingkungan. Ini seperti disebutkan dalam sabda Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya kepada Nabi Saw. tentang hal yang bisa bermanfaat jika dilakukan, Rasulullah menjawab

اعزل الأذى عن طريق المسلمين

singkirkanlah kotoran dari jalan kaum muslimin.

Dalam hadis lain, Rasulullah Saw. mengajak kita untuk menjauhi dua perkara yang dibenci atau dilaknat,

إتقوا اللاعنَين ! قالوا: “وما اللاعنان يا رسول الله ؟ قال: “الذي يتخلّى في طريق الناس أو ظلّهم

Takutlah terhadap dua perkara yang penuh laknat! Para sahabat bertanya, “Apa dua perkara laknat itu wahai Rasulullah ? » Rasul bersabda : « yaitu yang buang hajat di jalan umum atau di halaman mereka. » 

Kedua, Nabi Saw. memerintahkan untuk menjaga sebuah tempat agar bersih. Ada salah satu riwayat dimana ada seorang perempuan yang sangat memperhatikan kebersihan masjid. Perempuan itu bernama Ummu Mahjan. Namun para sahabat Nabi waktu itu tidak terlalu memperdulikannya. Hingga suatu ketika Ummu Mahjan wafat, namun sahabat Nabi Saw. tidak ada yang memberitahukan kepada Nabi. Nabi Saw. kemudian baru tahu kalu wanita tersebut sudah wafat. Beliau kemudian minta dicarikan pusara ummu Mahjan, dan berdoa disana. Lalu beliau berkata,

Baca Juga :  Semiotika dalam Ayat-ayat Alquran

إن هذه القبور مملوءة ظلمة على أهلها، وإن الله عزّ وجلّ ينوّرها لهم بصلاتي عليهم

Sesungguhnya kuburan ini semuanya penuh dengan kegelapan. Dan Allah Swt. meneranginya (kembali) dengan doaku kepada mereka. (H.R. al-Bukhari).

Ketiga, Nabi memerintahkan untuk menjaga kebersihan tangan. Ini seperti disebutkan dalam sebuah hadis diriwayatkan diantaranya oleh al-Bukhari dan Muslim, bahwa kalau kita baru bangun tidur, kita harus basuh dahulu tangan tiga kali sebelum memasukkan ke dalam wadah tertenyu yang memang dijaga agar tetap bersih.

إذا استيقظ أحدكم فليفرغ على يده ثلاث مرّات قبل أن يدخل يده في إنائه. فإنه لا يدري فيم باتت يده

Jika seorang dari kalian bangun dari tidur, cuci tangan tiga kali terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam wadah. Karena sesungguhnya, ia tidak tahu dimana tangannya berada (saat di waktu malam).

Keempat, kebersihan mulut. Ini tergambar diantaranya oleh hadis siwak. Dalam riwayat lain Nabi Saw. melarang kita mendekati masjid (sebagai representasi orang banyak berkumpul) ketika kita memakan bawang putih atau bawang bombay. Tentu, maksudnya ketika memakan tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap,

من أكل ثوما أو بصلا فليعتزلنا – أو قال: فليعتزل مسجدنا – وليقعُد في بيته

“Siapa yang memakan bawang putih, atau bawang bombay, maka jauhilah kami” – atau (dalam riwayat lain) beliau bersabda: “jauhilah masjid kami – dan duduklah dulu di dalam rumah.” (H.R. al-Bukhari).

Kelima, menjaga kebersihan dan kerapihan rambut. Nabi menyebut kalau rambut itu dimuliakan dengan dirawat,

من كان له شعر فليكرمهُ

Siapa yang memiiliki rambut, maka muliakanlah ia ! (H.R. Abu Dawud)

Dalam satu riwayat lain, disebutkan Nabi Saw. pernah menegur orang dengan mengembang dan jenggot yang tidak teratur. Nabi Saw. pun melarangnya masuk masjid sampai orang tersebut merapihkan rambutnya. Nabi Saw. kemudian berujar,

Baca Juga :  CRIS dan eBI Luncurkan Situs Tafsiralquran.id dengan Topik Pengarusutamaan Tafsir Moderat di Ruang Digital   

أليس هذا خيرًا من أن يأتي أحدكم ثائر الرأس كأنّه شيْطَانٌ

Bukankah itu lebih baik daripada kalian datang dengan rambut mengembang, seperti (perawakan) setan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here