Hadis-hadis Keutamaan Menuntut Ilmu

0
10

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, menuntut ilmu sudah dijelaskan dalam Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Saw. Banyak keutamaan menuntut ilmu yang dijelaskan dalam hadis-hadis Nabi Saw, di antaranya adalah sebagai berikut;

Pertama, keutamaan menuntut ilmu itu menggugurkan salah satu kewajiban dalam Islam. Hal ini karena menuntut ilmu dalam Islam hukumnya adalah wajib. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibn Abdil Bar, bahwa Nabi Saw bersabda;

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan.

Kedua, dimudahkan untuk masuk surga dan dinaungi oleh para malaikat selama dalam perjalanan menuntut ilmu. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud, Nabi Saw bersabda;

مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَبْـتَغِي فِيْهِ عِلْمًا سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ وَإِنَّ الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ

Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu, niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.

Ketiga, selama menuntut ilmu, maka dinilai sebagai pejuang di jalan Allah. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi, Nabi Saw bersabda;

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Barangsiapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.

Keempat, duduk di majelis ilmu pada saat menuntut ilmu lebih baik daripada memerdekakan seribu budak. Dalam kitab Lubabul Hadis, Imam Al-Suyuthi menyebutkan satu riwayat yang bersumber dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi Saw bersabda;

يَا ابْنَ مَسْعُوْدٍ، جُلُوْسُكَ سَاعَةً فِيْ مَجْلِسِ العِلْمِ، لاَ تَمَسُ قَلَماً، وَلاَ تَكْتُبُ حَرْفًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِتْقِ أَلْفِ رَقَبَةٍ، وَنَظَرُكَ إِلىَ وَجْهِ العَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَلْفِ فَرَسٍ تَصَدَّقْتَ بِهَا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَسَلاَمُكَ عَلىَ العَالِمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِبَادَةِ أَلْفِ سَنَةٍ

Wahai Ibnu Mas’ud, dudukmu sesaat di dalam suatu majelis ilmu, kamu tidak sempat memegang pena dan tidak sempat menulis satu huruf (pun) lebih baik bagimu daripada memerdekakan seribu budak. Pandanganmu kepada wajah seorang yang berilmu lebih baik bagimu daripada seribu kuda yang kau sedekahkan di jalan Allah. Dan ucapan salammu kepada orang yang berilmu lebih baik bagimu daripada beribadah seribu tahun.

Kelima, sebelum berangkat menuntut ilmu sudah diampuni dosanya oleh Allah. Dalam kitab Lubabul Hadis, Imam Al-Suyuthi menyebutkan satu riwayat, bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنِ انْتَقَلَ لِيَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ أنْ يَخْطُوَ

Barangsiapa yang pindah untuk menuntu ilmu, maka dia sudah diampuni sebelum dia melangkah.

Keenam, menuntut ilmu lebih baik daripada shalat sunnah seribu rakaat. Dalam kitab Lubabul Hadis, Imam Al-Suyuthi menyebutkan satu riwayat, bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ العِلْمِ، يَعْمَلُ بهِ أوْ لَمْ يَعْمَلْ بهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ يُصَلِّي أَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا

Barangsiapa yang belajar satu bab dari ilmu, baik ia amalkan atau tidak, maka itu lebih utama daripada ia melakukan shalat sunnah seribu rakaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here