Terkait Penghinaan Nabi, Habib Jindan: Mari Padamkan Kemungkaran, Bukan Mengikrarkan Kemungkaran

0
44

BincangSyariah.Com –  Habib Jindan, putra Habib Novel, kakak Habib Ahmad atau Ahmad bin Novel bin Jindan dan cucu Habib Salim bin Jindan yang merupakan pengasuh pesantren Al-Fachriyah angkat bicara soal penghinaan Nabi Muhammad dengan medium gambar.

Habib yang bernama lengkap Jindan bin Novel bin Salim Jindan ini dilahirkan di Sukabumi pada 21 Desember 1977 atau bertepatan dengan 10 Muharram 1398 Hijriah. Ia merupakan seorang da’i, ulama, dan pimpinan Yayasan Al-Fachriyah, Tangerang, Banten.

Kakeknya, Habib Salim bin Ahmad bin Jindan adalah seorang pejuang dakwah di Betawi pada tahun 1906-1969 yang berjuluk “Singa Podium”. (Baca: Kisah Habib Salim bin Jindan Meminjam Lukisan Ratu Belanda)

Dalam sebuah video di channel Youtube Al-Fachriyah, ia menyatakan bahwa penghinaan kepada Nabi mesti dilawan dengan cara yang elegan.

Habib Jindan menyatakan bahwa sumber informasi yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. bukanlah dari sumber bacaan atau tulisan, tapi bersumber langsung dari Allah Swt. sendiri yang mengajarkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Ucapan Rasulullah Saw. tidak berasal dari hawa nafsu melainkan dari wahyu. Apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. selama hidupnya tidak bisa dibatalkan atau digugurkan sebab semuanya mengandung kebenaran.

Kita memadamkan kemungkaran, bukan mengikrarkan kemungkaran. Allah Swt. menciptakan hujatan di muka bumi untuk sebuah alasan. Ada isu-isu yang sengaja diciptakan kemudian membuat kita lalai untuk menyampaikan ajaran Rasulullah Saw.

Banyak Muslim yang tidak memahami tentang syarat-syarat shalat padahal wajib untuk dikaji atau dipelajari.

“Mari padamkan kemungkaran. Apabila ada orang gila bergendang, orang yang waras jangan turut berjoget. Sibukkan diri kita dengan menyebarkan syafaat dan akhlaknya. Tunjukkan pembelaan dengan sikap dan akhlak kita.” Ajaknya di video tersebut.

Baca Juga :  Cara Nabi Beraktivitas di Siang Bulan Ramadan dan Hikmah Di Baliknya

Orang yang menghujat Rasulullah Saw. tidak akan berani apabila mengetahui hakikat Nabi  Muhammad Saw. Para sahabat Nabi mengkultuskan Rasulullah Saw. sebab segala perbuatan dan ucapannya.

Habib Jindan menegaskan bahwa dalam melihat kasus penghinaan Nabi yang marak, kita harus bereaksi, jangan tinggal diam. Siapa yang melukis Nabi adalah orang yang tidak mengetahui Rasulullah melainkan mengambil contoh dari umatnya, dari model yang cacat. Ia mengimbau agar umat Islam mengubah model yang cacat menjadi model yang benar.

“Reaksi kita tunjukkan dengan bersikap meneladani perilaku Rasulullah Saw. apabila semuanya ditunjukkan, maka tidak akan ada yang membenci. Mencerminkan sikap Rasulullah dalam dakwah, sikap dan keseharian kita.” Tegasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here