Habib Ali al-Jufri: Yang Mengatakan Islam Tersebar dengan Pedang Tidak Memahami Sejarah

0
1261

BincangSyariah.Com –  Benarkah ungkapan yang mengatakan Islam tersebar dengan pedang, maksudnya – mungkin – murni tersebar ke berbagai belaha dunia murni disebabkan perang. Sehingga, selanjutnya disimpulkan bahwa Islam tersebar dengan pedang?

Habib Ali al-Jufri bersama dengan Syaikh Dr. Usamah al-Azhari, nama terakhir adalah salah seorang ulama Al-Azhar kenamaan, pernah ditanya dalam suatu dialog di stasiun televisi swasta di Mesir tentang benarkah praktik Futuhat, yang secara bahasa terambil dari kata al-Fath yang maknanya adalah pembuka jalan menuju kemenangan, bisa dikategorikan yang disebut sebagai kolonialisme? Pertanyaan ini lahir dari sementara intelektual Barat yang menyimpulkan bahwa peradaban Islam tidak bisa ti menyalahkan praktik kolonialisme barat, karena peradaban Islam juga dalam perkembangannya mempraktikkan apa yang dilakukan oleh kolonialisme yaitu ekspansi wilayah?

Ada banyak jawaban dan tentu saja – bantahan – dari kalangan muslimin maupun dari kalangan orientalis – ilmuwan yang fokus meneliti dunia Timur, termasuk Islam) – sendiri. Tapi kali ini saya mencoba mengelaborasi apa yang disampaikan Habib Ali al-Jufri. Beliau memberikan jawaban dalam video berikut, bahwa secara kaidah ia mengakui ada peperangan-peperangan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Ini harus diakui. Misalnya yang terjadi ketika terjadi peperangan antar kerajaan Islam di masa lalu dimana ada satu kerajaan mengekspansi atau menyerang kerajaan yang lain dengan tujuan perluasan wilayah. “Ulbisa tsaub al-jihaad (dibalut dengan atas nama jihad)!”, tegas Habib Ali al-Jufri menjawab persoalan ini. “Dan, saya tidak merasa perlu membela diri dalam persoalan ini karena memang itu sebuah kekeliruan”, tegas putra dari mantan Wak

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa pandangan yang menyatakan bahwa mayoritas penyebaran Islam ke berbagai wilayah di dunia seluruhnya berdasarkan peperangan, menurut Habib Ali al-Jufri adalah pendapat yang salah besar. Habib Ali menekankan kepada mereka yang masih berpendapat demikian dengan ungkapan, “belajar lagi wahai saudaraku. Banyak diantara para intelektual seringkali mementingkan statement yang menarik perhatian saja. Kebanyakan karena merujuk begitu saja kepada pendapat para orientalis tanpa meneliti lebih lanjut, atau menyampaikan dalam keadaan emosi sehingga keluar begitu saja. Mereka yang masih berpendapat kalau kebanyakan muslim di masa lalu memeluk agama Islam akibat dipaksa lewat peperangan, hakikatnya ia tidak tahu apa-apa tentang sejarah persoalan ini. Saya tidak mau mengatakan mereka bodoh.”

Habib Ali Jufri mencontohkan, pernyataan itu bertentangan dengan sejarah perkembangan Islam di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Simgapura), India bagian Selatan, wilayah-wilayah Afrika (baik Afrika Timur, Barat, Tengah, hingga Selatan), seluruhnya tidak memeluk agama Islam lewat jalan penaklukkan apalagi pertumparan darah, dan rombongan al-Fath al-Islami pun secara resmi tidak sampai ke daerah tersebut.

Baca Juga :  Cara Memahami Majas dalam Hadis "Zainab Ra. Si Panjang Tangan"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here