Gus Mus: Saat Ini Kesempatan Dokter Berdakwah ke Mereka yang Anggap ini Pandemi Abal-Abal

0
1191

BincangSyariah.Com – Malam tadi (18/7/2020, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdatul Ulama (PDNU) mengadakan acara yang mengundang segenap dokter, tenaga kesehatan, dan umat Islam untuk bersama sama melaksanakan Istighosah dan doa bersama daring. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Harlah PDNU ke-2 secara virtual (bisa ditonton ulang disini).

Taushiyah doa bersama kali ini mengundang K.H. Ahmad Mustofa Bisri/Gus Mus, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah. Poin-poin tausiyah beliau adalah,

pertama, bersyukur bisa masuk Islam karena dipilih oleh Allah, bukan karena kepandaian atau kelebihan seseorang. Dan Rasulullah pun tidak mampu memilih dan menetapkan manusia mana yang bisa masuk Islam. Sesungguhnya hanya Allah lah yang mampu dan berhak berkehendak siapa yang bisa masuk Islam.

Kedua, bersyukur atas adanya para sahabat Rasulullah, ulama, kyai dan lainnya yang telah mengajarkan umat muslim pada masa sekarang, tentang perintah dan larangan Rasulullah melalui sunnah Rasulullah. Karena jika tidak ada sahabat, ulama, kyai, guru dan lainnya, umat muslim pada masa sekarang tidak akan bisa mempelajari sunnah Rasulullah SAW.

Ketiga, bersyukur menjadi orang Indonesia, karena indahnya Indonesia ini merupakan potongan surga, seperti diucapkan oleh mendiang Grand Syaikh Al-Azhar Mesir ketika berkunjung di Indonesia, Syaikh Mahmud Syaltout. Selanjutnya adalah kita bersyukur juga dengan adanya Dokter NU karena selain menjadi garda terdepan dalam menjaga fisik manusia, juga menjadi pendakwah. Termasuk berdakwah kepada para kyai-kyai dan masyarakat NU sendiri minimal, yang masih menganggap bahwa Covid-19 ini pandemi abal-abal. Para dokter bisa menjelaskan wabah ini dengan gamblang sesuai dengan bidangnya. Karena yang patut membicarakan kesehatan adalah dokter, bukan ustadz atau dukun dan lainnya. “Kalau ada yang mengkritik, suruh baca kembali khittah NU, disana tercatat jelas, bahwah semua yang berkhidmah di NU berkhidmah sesuai dengan bidangnya. Nah, yang mengaji tentang virus ini ya keahliannya para dokter.”

Baca Juga :  Membiarkan Najis di Masjid, Apakah Berdosa?

Pada akhir tausiyahnya, Gus Mus mengucapkan harapannya, semoga perjuangan para dokter bisa menjadi perjuangan yang syahid. Karena kerap kali setiap mendengar berita kematian para dokter, beliau menangis dan terharu begitu besar perjuangan dokter untuk menyelesaikan wabah pandemi ini. “Ya kalau kita bicara soal takdir, masa NU diajak bicara soal takdir”, pungkas Gus Mus seraya sedikit tertawa ringan. “Itu kan kuno sekali, takdir sudah tahu tapi hifzhunnafs orang NU juga tahu. Lebih sedikit lagi yang mengetahui soal kesehatan. Ini sesuai dengan sabda Nabi Saw., “idzaa wussida al-amru ila ghoyr ahlihi, fantadzhiri as-saa’ah” (kalau urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kacaunya).”

Dan untuk umat muslim yang lainnya, jika merasa tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelesaikan pandemi, jangan sampai berdiam saja, karena kita semua masih bisa berdoa untuk kebaikan kita semua. “Masa berdoa saja tidak bisa”, tegas Gus Mus. Kurang lebih dua puluh menit beliau menyampaikan tausiyah pada Harlah PDNU dengan khitmat dan sangat teduh. Semoga menggugah kita semua untuk selalu bersyukur. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here