Gus Mus Kritik Pejabat Rembang Terkait Tidak Ada Bendera Merah Putih di Alun-alun

0
907

BincangSyariah.Com – Salah satu video Gus Mus viral di media sosial. Video tersebut berisi rekaman K.H. Ahmad Mustofa Bisri yang mempertanyakan Alun-alun Rembang yang tak ada satupun bendera merah putih berkibar di HUT RI yang ke-75. (Baca: Heboh Logo HUT RI ke-75, Ini Sejarah Kata Salib dalam Al-Qur’an)

Beberapa jam kemudian, video tersebut pun direspons oleh Komunitas Obrolan Santri Rembang. Koordinator Obrolan Santri, Ahmad Bisri Dzalieq menyatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah santri langsung mendatangi Alun-alun Kota Rembang dan memasang puluhan bendera di berbagai sisi Alun-alun kota Rembang. (Baca: Doa Syukur Kemerdekaan dari Gus Mus)

Ia menambahkan, aksi tersebut adalah inisiatif rekan dan sahabat santri untuk merespons video yang berisi kritikan dari Gus Mus. Gus Mus mempertanyakan mengapa tak ada satupun bendera di Alun-alun Rembang.

Dalam bagian akhir video, Gus Mus mengajukan pada Pemda Rembang mulai dari Bupati sampai DPRDnya, “apakah lupa, apa tidak punya bendera, apa karena lagi sibuk memikirkan Pilkada?”

Keadaan tersebut tentu menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang. Dalam perayaan kemerdekaan, pengibaran bendera merah putih adalah yang normal. Maka, tidak adanya satupun bendera merah putih di Alun-alun memunculkan pertanyaan besar. Bahkan seharusnya pertanyaan tersebut muncul di benak masyarakat Rembang sendiri.

Bendera merah putih wajib dikibarkan pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengibaran tersebut bertujuan untuk mengenang dan memberikan rasa hormat pada para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ketentuan pengibaran bendera tercantum dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Lebih jelasnya, mari kita lihat Pasal 7 Ayat (3) berikut ini:

“Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.”

Baca Juga :  Tentang Yel Pramuka Islam Yes Kafir No, Gus Mus: Merendahkan Keberagaman

Aturan tertulis tersebut semestinya menjadi patokan untuk mengibarkan bendera. Sayangnya, masih ada yang masih lalai menerapkan meski sudah tercantum dalam undang-undang. Wajar jika Gus Mus mengkritik dengan sangat tajam atas kelalaian yang dilakukan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here