Gus Mus Jelaskan Cara Menyenangkan Allah

0
648

BincangSyariah.Com – Seseorang yang telah mengenal Allah, maka ia tidak mudah kaget dan heran dengan perubahan dunia yang sedang dihadapainya. Begitulah kira-kira yang dituturkan K.H. Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus ketika memberikan ceramah agama dalam acara Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen, Pati, Jawa Tengah.

Tampil dengan baju putih dan peci hitam, Gus Mus menyampaikan pesan-pesan keagamaan meneduhkan, berkaitan dengan Syekh Ahmad Mutamakkin. Selain memaparkan filsafat agama dari cerita Werkudara dan Dewa Ruci dalam peran pewayangan, lebih dahulu Gus Mus menjelaskan tentang pentingnya seseorang mengenal Allah Swt.

Dalam kitab-kitab kuning di pesantren, biasanya dijelaskan bahwa, awwalu wajibin ‘alal insani huwa ma’rifatullah (kewajiban pertama bagi manusia ialah mengenal Allah). Gus Mus menjelaskan bahwa, salah satu tahapan cara menyenangkan Allah ialah dengan mengenalnya. Yang pada puncaknya ialah mencari keridaan Allah Swt.

Bagaimana cara seorang hamba bisa menyenangkan Tuhannya, apabila mengenal-Nya saja tidak. Kemudian, bagaimana juga seorang hamba bisa menggapai keridhaan Tuhannya, jika tak mau lebih dulu mengenal-Nya. Menyenangkan Allah di sini maksudnya adalah memperoleh rida Allah Swt.

Ketika menjelaskan pentingnya mengenal untuk dapat menyenangkan, Gus Mus mengilustrasikan dengan pola interaksi yang terjadi dalam keluarga. Seorang istri, untuk dapat menyenangkan suami, maka langkah pertama yang perlu ditempuh ialah mengenal lebih dalam tentang suaminya terlebih dahulu. Misalnya, tentang makanan apa yang disukai dan tak disukai suami.

Hal ini penting, karena jikalau istri menyangka bahwa suaminya menyukai sayur lodeh, lantas istri memasak dan menyuguhkannya. Tetapi ternyata suaminya tidak menyukai sayur lodeh. Maka masakan sayur lodeh yang dibuat istri pun tak bisa menjadi pengantar senangnya suami.

Baca Juga :  Belajar Tauhid: Sifat-sifat Mustahil Bagi Allah swt.

Bisa kita saksikan, tak sedikit orang yang mengaku telah matang dalam berislam, ternyata belum juga memahami bahwa puncak tujuan berislam adalah mencari rida Allah Swt. Oleh karenanya, dalam berislam, yang perlu ditanamkan pertama ialah mengenal Allah Swt.

Tetapi pada kenyataannya, orang-orang yang terlalu menggebu-gebu dalam berislam-islam ria, tak sedikit orang yang justru belum merasakan kenikmatan berislam. Menurut Gus Mus, hal itu lantaran mereka belum sampai pada tahap mengenal pemilik Islam itu. Apabila sudah mengenal Allah Swt., yang memiliki Islam, tentu mereka akan mampu menikmati ajaran Islam.

Gus Mus juga melanjutkan bahwa, sangat tidak masuk akal apabila mengaku telah mengenal Allah Swt., tetapi suka melaknati dan mencaci maki. Padahal melaknat dan mencaci maki itu termasuk perbuatan keji. Begitu juga tak masuk akal, apabila seseorang ingin menyenangkan Allah Swt., tetapi jalan yang ditempuh ialah jalan-jalan yang keji.

Kemudian bagaimana cara untuk mengenal Allah? Maka tiada yang lain, kecuali dengan mengaji, dengan mempelajari ilmu-ilmu Allah Swt. Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here