Gus Baha: Tak Perlu Terlalu Kecewa Kalau Tidak Berhaji Tahun Ini

0
88

BincangSyariah.Com – K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim belum lama ini hadir dalam satu sesi acara Shihab & Shihab. Bertempat langsung kediaman Prof. Quraish Shihab, dan seperti biasa, dipandung putri beliau, Najwa Shihab, Gus Baha’ ikut berbagi pandangannya terkait aneka pertanyaan dan persoalan keagamaan yang ditanyakan kepada beliau. Salah satunya adalah terkait dengan tidak berhajinya banyak masyarakat muslim yang tahun ini sudah dijadwalkan berangkat atau berencana akan berangkat. Najwa Shihab, menyampaikan pertanyaan bagaimana jawaban terhadap sebagian muslim yang merasa sulit untuk tidak kecewa dan merelakan  karena tidak jadi berangkat haji pada tahun ini.

Gus Baha’ kemudian mencoba mendudukkan persoalan bagaimana sebenarnya latar belakang masyarakat yang “merasa sulit untuk merelakan tersebut.” Beliau berujar, “setahu saya, masyarakat yang sudah biasa dididik atau dibimbing oleh ulama/kyai, kekecewaan tidak akan ekstrim-ekstrim amat.” Pasalnya, para ulama sering menerangkan banyak hal terkait ganjaran yang pahalanya setara dengan haji dan umrah. Misalnya riwayat tentang shalat jumat pahalanya sama dengan haji, atau berzikir kepada Allah dari mulai subuh sampai terbit fajar itu pahalanya sama dengan umrah, kemudian ibadah-ibadah yang disebut-sebut pahalanya lebih besar dari haji, dan masih banyak lagi.

“Jadi ini lagi-lagi, pentingnya ngaji. Dan diantara kebaikan, tentu saja menerima qodho’ dan qadar dari Allah Swt. » Menurut Gus Baha’ perspektif inilah yang menjadi pijakan mengapa Nabi Saw. sampai pernah bersabda, seperti disebutkan dalam riwayat at-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra.

ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها، إلا ذكر الله وما والاه، وعالم أو متعلم

ketahuilah sesungguhnya dunia itu dilaknat beserta yang ada di dalamnya, kecuali dengan mengingat Allah dan kelanjutannya, serta orang yang alim dan orang yang belajar. (H.R. At-Tirmidzi).

Baca Juga :  Ditanya Soal Keharaman Menabung, Gus Baha: Larangan Menabung adalah Fatwa Omong Kosong

Jadi hidup ini kan intinya adalah mencari ridho Allah, untuk mengerti tentang pentingnya mencari ridho Allah ini dengan belajar terus menerus. Dengan belajar terus menerus, seseorang menjadi rileks dengan apa saja yang diberikan oleh Allah Swt., karena salah satu yang menjadi tanda keimanan adalah ridho dengan yang ditakdirkan-Nya. Problemnya sebenarnya hadir dari masyarakat yang kurang atau tidak sama sekali mendapatkan bimbingan kyai, ini nanti merespon hal-hal tadi jadi ekstrim, menggunakan emosi. Karena berpikirnya kalau berhaji kemudian nanti dipanggil pak haji, atau jadi prestige karena diundang-undang sebagai pak Haji, ini kan sudah keliru.

Soal Idul Adha, terang Gus Baha’, juga demikian. “Saya sering menyarankan hal tadipada mereka yang “masih miskin” (terlepas betul atau tidak). Saya kan juga pernah menjadi “anak kos” di Jogja, saya lalu bilang ke mereka, ‘kalau idul Adha, setidaknya kalian beli daging ½ kg atau lebih. Alasannya, kalau tidak dapat jatah daging kurban di masjid, tidak ngedumel, tidak menyalahkan orang lain.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here