Gerakan Tubuh yang Ringan Namun Berbahaya

0
667

BincangSyariah.Com – Tahukah Anda jika kita itu memiliki salah satu gerakan tubuh yang ringan, namun amatlah berbahaya? Bukan Gerakan gigi, bukan pula gerakan leher. Gerakan tubuh rinagn tersebut adalah gerakan lisan manusia. Dalam Al-Jawabul Kafi, Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

أَيْسَرُ حركات الجوارح حركة اللسان وهي أَضَرّها على العبد

Gerakan tubuh yang paling ringan adalah gerakan lisan, namun itu adalah yang paling membahayakan seorang hamba.”

Penciptaan lisan adalah tanda kekuasaan Allah yang besar, oleh karena itu Allah menyebut nikmat-Nya tentang penciptaannya dalam QS Al Balad ayat Sembilan.  Namun meski lisan adalah nikmat yang besar, namun kita perlu juga mengetahui bahwasanya lisan yang biasa digunakan untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua, yakni bisa dapat digunakan untuk taat kepada Allah dan juga dapat digunakan untuk mengikuti Langkah setan.

Nah disinilah lisan bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seseorang di sisi Allah, namun juga menyebabkan kecelakaan besar bagi yang tidak bisa menjaga lisannya. Oleh karena itu Ibn Qayyim menyebut lisan sebagai gerakan tubuh yang mudah namun membahayakan pemiliknya.  Dalam kesempatan lain,  Abu ‘Ali ad-Daqqâq rahimahullah berkata:

الْمُتَكَلِّمُ بِالْبَاطِلِ شَيْطَانٌ نَاطِقٌ وَالسَّاكِتُ عَنِ الْحَقِّ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ

Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara, sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu.[3]

Penjelasan tersebut tersurat dalam  kitab Ad Daa’ wa Dawa’ karya Ibn Qayyim. Dengan penjelasan lengkapnya adalah orang yang menggunakan lisannya untuk berbicara dengan kebathilan adalah setan yang berbicara. (Baca: Doa Menjaga Lisan Agar Tak Melukai Hati Orang Lain)

Sedangkan orang yang diam dari kebenaran ialah setan yang bisu, ia juga bermaksiat kepada Allah. Seperti seseorang yang bertemu dengan orang fasik, terang-terangan melakukan kemaksiatan di hadapannya, dia berkata lembut, tanpa mengingkarinya, walau di dalam hati. Atau melihat kemungkaran, dan dia mampu merubahnya, namun dia membisu karena menjaga kehormatan pelakunya, atau orang lain, atau karena tak peduli terhadap agama.

Baca Juga :  Ini Akibat Menerapkan Syukur yang Keliru

Adapun orang yang beruntung, yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan menggunakannya untuk perkara bermanfaat. Lisan inilah yang merupakan Gerakan mudah namun tidak membahayakan sang pemiliknya.  Kiranya perlu bagi kita semua untuk menjaga dan mengendalikan lisan, agar kelurusah hati dan keimanan kita tetap terjaga pula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here