Gemuruh Ajakan People Power, Beginilah  Wasiat Habib Umar Bin Hafid untuk Umat Muslim Indonesia

9
8726

BincangSyariah.Com – Akhir-akhir ini seiring dengan munculnya istilah people power yang disampaikan oleh salah satu tokoh muslim Indonesia keadaan umat islam dinegara kita berada dalam titik yang memprihatinkan. Ketegangan dan kegelisahan menyeret mereka ke dalam suatu suasana yang menakutkan. Rupanya ajakan people power ini menjadi ketakutan tersendiri bagi keutuhan dan kesatuan bangsa serta negara Indonesia.

Padahal hakikatnya, ajakan people Power ini merupakan senjata yang bernuansa politik bagi sekolompok yang ingin berkuasa. Bukan murni atas nama menjaga keadilan, kejujuran serta kezaliman dalam menghadapi rezim yang dipandang tidak layak berkuasa lagi. Akibatnya terbentuklah gerakan-gerakan yang mengatasnamakan agama untuk melawan segala bentuk ketidak adilan, ketidakjujuran dan keberpihakan terhadap rezim penguasa dalam pandangan mereka.

Maka dari itu penulis sebagai masyrakat akademis ingin menyejukkan dan memeberikan pencerahan khususnya bagi mereka yang terpancing dengan ajakan people power yang dirasa harus dilakukan berdasarkan keyakinan akan bobroknya rezim penguasa saat ini. Pencerahan yang dimaksud adalah tentang wasiat salah satu ulama terkemuka berkebangsaan Yaman yaitu Habib Umar Bin Hafiz.

Wasiat ini disampaikan secara khusus untuk umat islam Indonesia yang penulis kutip dari edaran surat yang ber-kop Majlis al-Muwasholah Baina Ulama al-Muslimin; Forum Silaturrahim Antar Ulama, ya walaupun edaran ini sudah diterbitkan 2018 silam akan tetapi tidak ada salahnya penulis publikasikan ulang sebagai bahan renungan bagi kita. Isi wasiat beliau sebagaimana berikut;

Pertama, Beliau menyampaikan agar kita bisa belajar dari peristiwa-peristiwa yang ada di Timur Tengah dalam dekade sepuluh tahun terakhir ini, dimana kekacauan dan kehancuran telah memporak-porandakan kebanyakan Negara Arab. Pemicu dan penyebabnya tiada lain kecuali tebentuknya gerakan-gerakan yang mengatasnamakan agama, melawan kezaliman dan memerangi kekafiran. Padahal, hasilnya sangat melenceng dan jauh dari harapan. Akhirnya yang terjadi adalah kehancuran, perpecahan dan pertumpahan darah.

Baca Juga :  "People Power" dalam Pandangan Syariat Islam

Maka dari itu menurut beliau, marilah kita sebagai umat islam yang berbangsa dan bertanah air Indonesia harus mempertebal keimanan dan ketakwaan berani menahan diri dari hawa nafsu agar tidak terpengaruh dengan ajakan jihad atas nama agama serta Tidak terprovokasi dengan rayuan people power yang pada hakikatnya ditunggangi dengan politik kekuasaan.

Kedua, beliau menyampaikan bahwa kita harus merenung lebih dalam agar fenomina yang terjadi dikebanyakan Negara Arab sebagaimana kita saksikan bersama tidak terjadi negara kita Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan dengan tidak ikut serta dan terpancing terhadap pemikiran-pemikiran yang anih-anih untuk membuat gerakan-gerakan yang mengatasnamakan agamma baik dikeluarkan oleh tokoh, syaikh, kiai dahkan orang alim sekalipun. Karena menurut beliau, akibatnya adalah akan mengakibatkan mara bahaya, keburukan dan musibah besar.

Ketiga,  sebagai bahan renungan dan pedoman beliau menegaskan bahwa, term jihad fisabilillah dengan cara kontak senjata dan berperang sama sekali tidak dijadikan sebagai senjata dalam menghadapi musuh dan kezaliman. Menurut beliau hal itu dilakukan oleh Rasulullah setelah mendapatkan ijin dari Allah dan perjanjian dengan pihak musuh. Itu terbukti bahwa Rasulullah Saw selalu mengedepankan perdamaian dengan siapapun bahkan hingga dengan musuh yang memerangi sekalipun.

Keempat, Beliau menyampaikan bahwa kita harus memahami rencana busuk musuh-musuh Allah yang menginginkan negara dan umat islam yang menjungjung tinggi ilmu, kedamaian, kebaikan, kemajuan, perkembangan dan tradisi-tradisi keislaman yang baik akan dihancurkan serta diporak-porandakan dengan memunculkan term peperangan melawan kezaliman, kemusyrikan dan kekafiran dalam gejolak perbedaan pendapat diantara mereka.

Terakhir, beliau memohon dan menegaskan kembali untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan dengan konsisten melaksanakan kewajiban kepada Allah dan menjaga amanah yang diemban baik terhadap agama, negara serta bangsa Indonesia. Disamping itu, beliau juga memohon agar tidak memenuhi panggilan-panggilan halus kaum kafir yang ingin menghancurkan dan mencerai-beraikan persatuan negara dan umat Islam. Maka dari itu marilah jaga kesabaran, jaga keutuhan persatuan dan eratkanlah tali silaturrahim di antara kita.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

9 KOMENTAR

  1. Bagaimana dengan Habib-habib yang ikut andil dalam gerakan people pawer, tidakkah mereka sudah lebih tau tentang people pawer…?

  2. Astagfirulllah.. Demi pak wowo..
    Seperti ini jadi dibuat kericuhannya.
    Semoga allah berikan yg terbaik buat kita semua. Amin yarabbal alamin

  3. Alhamdulillah mudah mudahan bangsa Indonesia sadar artinya persatuan dan perdamaian melalui fatwa ulama yg sangat baik ini Amin lindungi bangsa kami dari kehancuran ya Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here