Ganjaran Berpura-pura Baik di Mata Manusia

0
1070

BincangSyariah.Com – Hidup adalah panggung sandiwara, begitulah kira-kira orang menyebutnya. Kadang kita justru menikmati fake people yang sengaja kita desain untuk melancarkan sebuah tujuan. Atau mungkin sering mendengar juga “lain di mulut lain di hati”? itulah beberapa kutipan yang tidak patut namun kadang tanpa sengaja kita sendiri pelakunya.

Hal tersebut juga banyak kita temukan dalam hal beribadah dan hubungan dengan sesama manusia. Sebagai contoh, dimana kita sengaja memperindah, memperbanyak, dan memperpanjang ibadah kita hanya ketika sedang bersama keluarga atau kawan terdekat. Atau rela memamerkan ibadah dan kebaikan kita hanya untuk terlihat sempurna dan istimewa di mata manusia. Yang demikian hanya bertujuan untuk berpura-pura baik saja, tidak sebenarnya.Taukah ganjaran apa yang akan didapat ketika kita hanya berpura-pura baik di mata manusia? Dalam kitab Uyunul Akhbar, Ibnu Qutaybah memaparkan:

من صلحت سريرته فيما بينه وبين الله أصلح الله ما بين الله وبين الناس ومن تزين للدنيا بغير ما يعلم الله منه سانه الله

Barangsiapa berusaha memperindah kepribadian antara Allah, maka Allah akan menampakkan kemuliannya kepada manusia. Dan barangsiapa berpura-pura baik di mata manusia padahal berbeda dengan yang diketahui Allah, maka Allah menjatuhkan kehormatannya

Allah akan menjatuhkan kehormatan kita jika sengaja berpura-pura baik di mata manusia. Itu sebuah ganjaran yang sangat tidak mengenakkan. Yang diinginkan adalah dianggap baik oleh orang lain, namun yang didapat adalah kebalikannya.  Berbeda dengan kita yang berusaha mendesain kepribadian kita sebaik mungkin ketika di hadapan Allah, Allah justru akan memperlihatkan hal-hal yang baik kepada manusia. Oleh karena itu jika kita ingin dinilai baik oleh orang lain, cukuplah kita memperbaiki diri sebaik mungkin di hadapan Allah. Dengan begitu Allah akan memperlihakan kemulian kita di hadapan orang lain, tidak perlu bersandiwara di mata manusia.

Baca Juga :  Menyikapi Perbedaan dalam Ajaran Islam

Hadis Nabi di bawah ini bisa kita renungkan bersama, betapa buruknya orang yang menghiasi dirinya dengan penuh sandiwara. Sabda beliau adalah sebagai berikut:

إِنَّ شَرَّ النَّاسِ ذُو الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

Manusia yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua, yang mendatangi kaum dengan muka tertentu dan mendatangi lainnya dengan muka yang lain.” (HR. Bukhari)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here