Gamis Nabi Yusuf AS; Keindahan Tatanan Bahasa Al-Qur’an

2
345

BincangSyariah.com – Selain merupakan kompilasi dasar hukum umat Islam, Al-Qur’an juga sarat kan kisah-kisah hikmah para nabi dan orang-orang saleh. Hampir sebagian besar hikmah dan pelajaran yang termuat dalam Al-Qur’an, disampaikan dalam model kisah-kisah yang inspiratif. Diantaranya adalah kisah Nabi Yusuf AS. Kisah nabi Yusuf diabadikan Allah dalam firmanNya, surat Yusuf. Bahkan, Allah menyatakan kisah nabi yusuf adalah kisah terbaik dalam Alquran, dalam FirmanNya surat yusuf ayat 3 :

نحن نقص عليك أحسن القصص بما أوحينا  اليك هذا القرأن، وان كنت من قبله لمن الغافلين.

“Kami akan ceritakan padamu (Muhammad) Kisah Terbaik dalam Alquran, wahyu yang aku turunkan kepadamu. Sungguh, sebelumnya engkau termasuk orang yang tidak mengetahui”

Sebagai cerita terbaik, tentunya kisah ini punya keistimewaan – keistimewaan tersendiri dibandingkan kisah-kisah lain, diantaranya adalah hubungannya yang sangat erat dengan gamis. Seorang Mufassir pernah berkata bahwa Qissatu Yusuf Fi Qamisih (Inti dari cerita Nabi Yusuf terletak pada Gamisnya).

Apa yang ada dibenak kita bila disebut nama Yusuf ? Nabi yang paling tampan? Tafsir Mimpi? 7 Tahun Paceklik? Pernahkah anda berfikir soal bajunya nabi Yusuf? .Dalam surat Yusuf, kata Qamish alias baju, memiliki peran yang sangat vital. Kata tersebut merupakan diksi yang sengaja diletakkan Allah di titik – titik tertentu sebagai bukti keindahan tata letak dan pemilihan kata dalam Alquran yang terwujud dalam kisah nabi yusuf.

Pertama, Kata ini diletakkan pada Ayat ke 18, Baju Nabi Yusuf yang dipakai saat pergi bermain bersama saudara – saudaranya

وَجَاءُوْا عَلَى قَمِيْصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ

“lalu mereka melumuri pakaian yusuf dengan darah palsu”

Kedua, diletakkan pada Ayat ke 26-28, Baju Nabi Yusuf yang digunakan untuk menemui zulaikha

Baca Juga :  Membedakan antara Agama dan Budaya dalam Memahami Hadis Menurut K.H. Ali Mustafa Yaqub

اِنْ كَانَ قَمِيْصُهُ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِيْنَ، وَاِنْ كَانَ قَمِيْصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَّبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِيْنَ

kalau baju Yusuf koyak dari arah depan, maka Zulaikha lah yang benar, sedangkan Yusuf termasuk golongan orang – orang yang berbohong. Tapi, jika baju Yusuf koyak dari belakang, maka Zulaikha telah berbohong, sedangkan Yusuf termasuk golongan orang – orang yang jujur”

Ketiga, diletakkan pada Ayat ke 96, Baju Nabi Yusuf yang digunakan untuk mengusap wajah Nabi Ya’kub.

اذْهَبُوْا بِقَمِيْصِيْ هَذَا فَأَلْقُوْهُ عَلَى وَجْهِ أَبِيْ يَأْتِ بَصِيْرًا

“Pulanglah dengan membawa bajuku ini, usapkanlah ke wajah ayah, maka pengelihatannya akan kembali

Dari uraian 3 ayat diatas, kita bisa mengetahui bahwa ada 3 baju berbeda yang dimaksud dalam Surat Yusuf. Setiap baju punya peran masing – masing dalam pembangunan alur cerita, kata Qamish  pertama, merupakan Rising Action alias mulai munculnya konflik di sekitaran kejadian tersebut. Dengan ditunjukkannya Qamish pertama pada Nabi Ya’kub, mulailah kisah penderitaan Nabi Ya’kub dan Yusuf.

Abi Hayyan Al-Andalusi dalam Al-Bahr Al-Muhith menjelaskan bahwa ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa ketika baju ini ditunjukkan kepada Nabi Ya’kub, beliau berkata “Sungguh baik serigala ini, dia memakan anakku tanpa sedikitpun mengoyak bajunya”  tanda, bahwasanya Nabi Ya’kub tau bahwa itu semua adalah ulah akal bulus saudara – saudaranya. Yang semakin membuat Nabi Ya’kub sedih adalah, Nabi Ya’kub tahu bahwa Yusuf akan diangkat menjadi nabi, disebutkan dalam ayat ke 6 :

كَذَلِكَ يَجْتَبِيْكَ وَ يُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيْلِ اْلأَحَادِيْثِ….

“karenanya, Allah memilihmu (sebagai RasulNya), dan engkau akan diberi pengetahuan soal tafsir mimpi….”

Sehingga bisa dipastikan Yusuf tidak mati, tapi ia harus menjalani hidup sendirian, jauh dari orang tuanya bahkan disaat dia masih terlalu kecil, di ayat 12 disebutkan bahwa Yusuf saat dibawa bermain oleh saudaranya itu dalam posisi masih suka bermain-main dan bersenang-senang ( dalam Alquran disebut dengan diksi Yarta’ wa Yal’ab) sekitar usia 7-10 Tahun.

Baca Juga :  Kisah Abu Bakar As-Shiddiq Tidak Dihisab di Akhirat

Kata Qamish  kedua, muncul dalam tahap Turning Point atau biasa disebut klimaks alias puncak konflik. Mulai munculnya Qamish yang ini, kehidupan Yusuf berubah. Dari kepercayaan Amir, menjadi Narapidana, dari seorang yang terpandang menjadi kriminal. meskipun Zulaikha yang salah, untuk menjaga harga diri Amir dan keluarganya, Yusuflah yang dijebloskan ke Penjara.

Namun ternyata di penjara ini lah mulai muncul titik terang bagi Yusuf. Ia bertemu dengan 2 orang narapidana lain yang merupakan pekerja istana, yang kelak akan menjadi perantara Yusuf untuk mendapat kepercayaan dari sang sultan. Di Tahap ini hanya Allah yang menjadi tempat kembali bagi Yusuf. Ma’aadzallah (aku berlindung kepada Allah) adalah kata – kata favorit Nabi Yusuf untuk mengungkapkan penghambaannya serta kelemahannya dihadapan Allah SWT. Termasuk ketika ia dijebak oleh Zulaikha.

Sedangkan kata Qamish ketiga, merupakan tanda dimulainya tahap Resolution atau antiklimaks dari kisah Yusuf. Dimana baju ketiga ini beliau berikan pada adiknya Bunyamin, agar diusapkan ke mata sang ayah yang buta, karena tenggelam dalam tangisan rindu terhadap Yusuf.

Selain pengelihatannya kembali, Nabi Ya’kub juga begitu senang, karena menyadari sebentar lagi ia akan bertemu dengan anak kesayangannya itu. Di Qamish  ke 3 inilah segala konflik sudah berakhir, sehingga secara tak langsung Qamish ini menjadi tanda rampungnya plot kisah Yusuf AS.

Az-Zamhasyari dalam Tafsirnya Al-Kussyaf menyebutkan, bahwa 3 Gamis ini telah berhasil menyelamatkan Nabi Ya’kub dan Nabi Yusuf. Gamis pertama menyelamatkan Nabi Ya’kub dari kebohongan saudara – saudara Nabi Yusuf, dengan adanya gamis tersebut, Nabi Ya’kub sadar bahwa mereka berbohong. Gamis kedua menyelamatkan Nabi Yusuf dari Fitnah dan Jebakan Zulaikha. Sedangkan, Gamis ketiga menyelamatkan Nabi Ya’kub dari kebutaannya.

Baca Juga :  Kerajaan Islam di Toledo: Kisah Keruntuhan Dinasti Bani Dzun Nun

Ini adalah salah satu bukti betapa Indahnya Alquran, bahkan dalam sisi peletakan katanya. Alquran tidak pernah sembarangan dalam memilih dan meletakkan kata, semua punya alasan yang jelas, salah satunya adalah di Surat Yusuf ini. Kata Qamish  dalam Surat Yusuf laksana pondasi – pondasi dan pilar penopang dalam kisah Yusuf.

Sumber :

  1. Al-Quran
  2. Al-Bahr Al-Muhith
  3. Al-Kussyaf Liz Zamhasyari

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here