Etika Saat Makan Menurut Imam al-Ghazali

0
735

BincangSyariah.Com – Rasulullah SAW merupakan pribadi besar yang memulai kebaikan sejak dari hal-hal kecil, khususnya untuk urusan makan. Bagi Rasulullah, makan bukan hanya rutinitas harian yang hanya memiliki efek terhadap kekuatan dan kesehatan tubuh kita, namun juga sebagai gerbang menuju kekuatan melaksanakan peribadatan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena pengaruhnya yang besar dalam kualitas dan kuantitas ibadah seorang hamba, maka Rasulullah memberikan perhatian yang sangat besar khususnya dalam etika soal makan.

Dikutip dari kitab Ihya Ulumuddin (j. 2), dalam pembahasan khusus soal adabul akli, Imam al-Ghazali memberikan gambaran kepada kita tentang bagaimana etika makan yang baik, yakni:

Membaca Basmalah

Bagi Imam al-Ghazali, membaca basmalah bukan hanya dianjurkan sebelum makan, namun juga dalam setiap suapan. Sebagaimana pernyataan beliau:

ولو قال مع كل لقمة بسم الله فهو حسن حتى لا يشغله الشره عن ذكر الله تعالى ويقول مع اللقمة الأولى بسم الله ومع الثانية بسم الله الرحمن ومع الثالثة بسم الله الرحمن الرحيم ويجهر به ليذكر غيره

Artinya: “Jika seseorang mengucap basamalah pada tiap suapan, maka itu sangat baik hingga hatinya tidak kosong dari dzikir kepada Allah. Pada suapan pertama mengucapkan: “Bismillah”, suapan kedua: “Bismillahirrahman” dan suapan ketiga mengucapkan: “Bismillahirrahmanirrahim”. Membacanya adalah dengan suara keras agar sekalian mengingatkan orang lain”

Memakan mengggunakan Tangan Kanan

Rasulullah sangat menganjurkan makan minum menggunakan tangan kanan dan memakruhkan makan minum menggunakan tangan kiri.

Makan Garam

Menurut Imam al-Ghazali, memakan sejumput garam sangat dianjurkan sebelum dan sesudah makan. Selain menambah kenikmatan ketika makan, memakan sejumput garam juga memiliki efek kesehatan yang sangat baik karena bisa dijadikan sebagai proses penghilangan racun-racun makanan yang mungkin terserap dalam makanan kita.

Baca Juga :  Tata-cara Memotong Kuku yang Disunahkan

Makan Buah

Memakan buah-buahan sangat dianjurkan sebelum kita makan makanan pokok. Kita juga diperbolehkan untuk memakan bukan hanya satu jenis buah-buahan saja. Boleh bermacam. Semisal buah anggur dan mangga boleh dimakan da;lam satu waktu.

Makan Satu Jenis Makanan Pokok

Imam al-Ghazali menganjurkan agar dalam satu prosesi makan, kita memilih hanya satu saja makanan pokok dan jangan mencampur-campurnya. Seperti jika kita makan roti, maka tidak boleh sambil makan nasi dan lainnya.

Menghabiskan Makanan

Rasulullah sangat menekankan kepada kita untuk memakan makanan seperlunya menurut kadar perut kita. Sebagaimana beliau pernah menyatakan bahwa takaran makan kita ialah sekira kita menghentikan makanan sebelum kita merasa kenyang. Sesudah makanan tersebut kita ambil, kita harus menghabiskan makanan tersebut dan membuatnya menjadi mubadzir. Bahkan jika ada yang terjatuh, Rasulullah menganjurkan agar kita mengambil dan memakannya jika memungkinkan karena kita tidak tahu barangkali keberkahan terdapat pada makanan yang jatuh tersebut.

Etika Minum Ketika Makan

Rasulullah tidak menyukai kita minum terlalu sering ditengah-tengah makan kecuali jika bermaksud untuk mempermudah menelan makanan yang susah melewati tenggorokan. Idealnya ialah kita habiskan makanan kemudian baru minum sesudahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here