Etika Mengucapkan Salam Ketika Hendak Masuk Rumah di Waktu Malam

0
101

BincangSyariah.Com – Ketika kita memasuki rumah, baik rumah sendiri atau orang lain, ada orangnya atau tidak, kita dianjurkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu. Disebutkan bahwa mengucapkan salam ketika hendak masuk rumah akan mendapatkan keberkahan dan kebaikan dari Allah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah dalam surah al-Nur ayat 61 berikut;

فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

Maka apabila kalian memasuki rumah-rumah, maka hendaklah kalian memberi salam kepada atas diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik. (Baca: Dahulukan Salam atau Mengetuk Pintu Ketika Hendak Masuk Rumah Orang Lain?)

Di antara etika dan adab ketika kita mengucapkan salam adalah mengeraskan suara hingga kalimat salam didengar oleh orang lain atau orang yang berada di dalam rumah. Jika sekiranya suara salam tersebut belum didengar, maka kita dianjurkan untuk menambah volume suara kita hingga terdengar. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar berikut;

والمستحب أن يرفع صوته رفعا يسمعه به المسلم عليه او عليهم سماعا  محققا

Dianjurkan untuk mengeraskan suara hingga orang lain atau orang yang kita ucapkan salam benar-benar mendengar.

Meski demikian, jika kita mengucapkan salam di waktu malam, maka jangan sampai suara salam kita mengganggu orang yang sedang tidur apalagi sampai membangunkannya. Kita dianjurkan untuk mengucapkan salam dengan suara pelan jika kita memasuki rumah di waktu malam. Ini dimaksudkan agar orang yang sedang tidur tidak sampai terganggu atau terbangun dengan suara salam kita.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Miqdad, dia berkata;

كنا نرفع للنبي صلى الله عليه وسلم نصيبه من  اللبن فيجئ من الليل فيسلم تسليما لا يوقظ نائما ويسمع اليقظان

Baca Juga :  Tafsir Surat Al-A'la: 14-17: Tentang Mereka yang Menolak Jadi Orang Beruntung

Kami melaporkan kepada Nabi Saw mengenai bagian susu yang beliau dapatkan. Lalu beliau datang di waktu malam, dan beliau mengucapkan salam dengan suara yang tidak sampai membangunkan orang-orang yang tidur namun tetap bisa didengar oleh orang-orang yang terjaga.

Berdasarkan hadis ini, Imam Nawawi berkata dalam kitab Al-Adzkar sebagai berikut;

أما إذا سلم على أيقظ عندهم نيام فالسنة أن يخفض صوته بحيث يحصل سماع الأيقاظ ولا  يستيقظ النيام

Adapun jika seseorang mengucapkan salam pada orang-orang yang bangun namun di sisinya ada orang-orang yang tidur, maka sunnahnya dia mempelankan suaranya sekiranya hanya didengar oleh orang-orang yang bangun dan tidak membangunkan orang-orang yang tidur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here