Etika Bersedekah Versi Imam al-Ghazali

1
923

BincangSyariah.Com – Sedekah merupakan bukti iman dan ketaatan manusia pada Allah SWT. Sedekah itu tidak dapat dipaksakan, melainkan panggilan hati dan jiwa untuk melakukannya dengan ikhlas dan dapat menyenangkan hati orang lain. Harta bisa menjadi berkah apabila disisihkan secukupnya untuk bersedekah kepada yang membutuhkan. Allah benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah.

Tidak ada agama kecuali dengan akhlak yang mulia. Begitupun dengan Islam yang selalu mengatur keindahan etika dalam setiap perkaranya, termasuk dalam bersedekah. Jangan sampai nilai sedekah itu ternodai oleh sikap yang tidak mengenakkan. Dalam bersedekah, Imam Al Ghzali menyebutkan beberapa etika yang hendaknya dipahami oleh orang-orang yang hendak bersedekah. Tertulis dalam kitab Majmu’ah Rasail, Imam Al Ghazali menyebutkan:

آداب المتصدق: ينبغي له أداؤها قبل المسألة ، وإخفاء الصدقة عند العطاء ، وكتمانها بعد العطاء ، والرفق بالسائل ولا يبدؤه برد الجواب ، ويرد عليه بالوسوسة في الوسوسة ، ويمنع نفسه البخل ، ويعطيه ما سأل أو يرده ردا جميلا ، فإن عارضه العدو إبليس لعنه الله أن السائل ليس يستحق فلا يرجع بما أنعم الله به عليه بل هو مستحق له

“Adab orang bersedekah, yakni: hendaknya memberikan sedekah sebelum diminta, tidak diketahui orang (lain) ketika memberikan, menjaga kerahasiaan setelah memberikan, bersikap ramah terhadap orang yang memintanya, tidak menjawab dengan penolakan, hendaknya menjawab dengan suara lirih ketika menolak, menghindari sikap bakhil, memberikan apa yang diminta atau menolaknya dengan penolakan yang baik; jika iblis la’natullah menghalanginya dengan membisikkan bahwa sesungguhnya si peminta tidak berhak menerima, maka hendaknya ia tidak menarik kembali apa yang telah diberikan Allah sebagai nikmat sedang peminta itu berhak atasnya.”

Beberapa etika dalam bersedekah tersebut adalah memberikan sedekah tidak perlu menunggu ada orang yang meminta, sedekah menjadi lebih baik jika dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tidak diperlihatkan dan diinformasikan kepada pihak manapun, tetap bersikap ramah kepada penerima sedekah, tidak menjawab dengan penoolakan, tidak menghadirkan rasa bakhil yang menyebabkan penyesalan setelah bersedekah, bersedekah dengan apa yang telah diminta dan dibutuhkan, serta tidak mengambil kembali apa-apa yan telah disedekahkan.

Baca Juga :  Kesunahan Bersedekah di Hari Asyura

Setan memanglah musuh yang nyata bagi manuisa. Ia tidak melihat ada kebaiakn dalam muka bumi ini. Jika ada bisikan setan hadir ketika hednak bersedekah, maka hendaknya tetap menjaga niat awal untuk bersedekah. Dalam artian tidak mengambil kembali sedekah tersebut dengan alasan apapun. Setan selalu hadir untuk menggoda dan menjerumuskan umat manusia ke dalam neraka. Jika tergoda oleh rayuan setan tersebut, sesungguhnya manusia tersebut dalam kerugian.

Beberapa etika yang disebutkan di atas semoga tidak hanya sebagai tambahan hazanah keilmuan semata, melainkan juga bisa memperindah sedekah dengan melakukan etika-etikanya. Semoga Allah jadikan kita sebagai hamba-Nya yang gemar bersedekah dan sanggup menjalankan etika-etika yang disebutkan dalam bersedekah di atas. Amin

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here