Etika Berpakaian Menurut Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad

0
316

BincangSyariah.Com – Syariat Islam mengatur tentang etika berpakaian bukan tanpa alasan. Adanya aturan tersebut, salah satunya ditujukan agar manusia menjadi makhluk yang beradab dan berbeda dengan makhluk yang lain. Dalam hal ini, salah satu hal yang menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lain yaitu tentang adab berpakaian. Syariat islam mengatur tentang tata cara berpakaian umat islam, tentu saja agar manusia menjadi makhluk yang berdab, tidak seperti hewan.

Berpakaian yang baik bisa menghindari fitnah pandangan negatif. Sebaliknya, jika ada seseorang yang berpakaian sesuai syariat Islam, maka akan lebih dihargai orang lain. Dalam hal ini, Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya Risalatul Mu‘awanah wal Mudzaharah wal Muwazarah menuliskan sebuah etika yang baik dalam berpakaian. Beliau menjelaskan sebagai berikut:

واعلم أنه نه ينبغي لك أن تصدر جميع أمورك باسم الله. فإن نسيت أن تسمي في أول الأمر فقل إذا تذكرت باسم الله في أوله وآخره. فإذا لبست ثوبك فانو به ستر عورتك التي أمرك الله بسترها. وابدأ باليمين وأخِّرها في النزع. وارفع إزارك وقميصك إلى نصف الساق، فإن أبيت فلا تجاوزن الكعب. وللمرأة إرسال ثوبها على الأرض. واجعل كم قميصك إلى الرسغ أو إلى أطراف الأصابع وإن زدت فلا تسرف. ولا تتخذ من الملابس إلا ما تحتاج إلى لبسه. ولا تتحر أنفس الملبوس ولا أخشنه وتوسط في ذلك. ولا تكشف عورتك ولا شيئاً منها لغير حاجة. ومتى دعت الحاجة إلى كشف شيء منها فقل عنده: بسم الله الذي لا إله إلا هو. وقل إذا لبست ثوبك: “الحمد لله الذي كساني هذا ورزقنيه من غير حول مني ولا قوة.

Hendaklah memulai segala urusan dengan membaca basmalah, jika lupa mengucapkannya di awal, maka ucapkanlah segera ketika ingat dengan membaca bismillâhi fi awwalihi wa âkhirihi, ketika berpakaian niatilah menutupi aurat yang itu merupakan perintah Allah, mulailah dengan sisi kanan pada waktu mengenakan dan sisi kiri pada waktu melepas, angkatlah sarung dan baju gamis sampai batas pertengahan batang kaki, atau tidak melampaui mata kaki, bagi perempuan boleh memanjangkan pakaiannya hingga menyentuh tanah, panjangkan lengan baju atau gamis sampai pada pergelangan tangan atau sampai ujung-ujung jari, dan jangan melampaui batas itu, jangan memiliki pakaian melebihi jumlah yang diperlukan, jangan memilih pakaian yang terlalu bagus dan juga jangan memilih yang terlalu buruk, jangan membuka aurat seluruhnya ataupun sebagian, kecuali ada perlu, ketika ada keperluan membukanya ucapkanlah bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa, setiap kali selesai mengenakan pakaian ucapkanlah alhamdulillâhil ladzî kasânî hâdzâ min ghairi haulin minnîwalâ quwwatin.”

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Lail: Bagaimana Dua Golongan Manusia Menyikapi Harta dan Kenikmatan?

Pemaparan Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad di atas menyebutkan bahwa etika-etika yang perlu diperhatikan saat berpakaian adalah mengawali dengan basmalah, jika lupa maka ucapkanlah bismillah fi awwalihi wa akhirihi, mengatur niat bahwa menutup aurat ini karena Allah, memulai dengan sisi kanan, tidak melebihi mata kaki, memanjangkan lengan tangan hingga pergelangan tangan, tidak menumpuk pakaian yang tidak diperlukan, tidak memilah-milih pakaian yang terlalu bagus dan juga tidak terlalu jelek, tidak membuka aurat secara keseluruhan, membaca doa Bismillahil ladzi lailaha illa huwa  ketika hendak membukanya dan membaca alhamdulillahi ladzi kasani hadza min ghairi haulin minni wa la quwwatin ketika sempurna mengenakan pakaian.

Mungkin beberapa etika dalam berpakaian yang disebutkan di atas sudah ada yang membiasakannya, namun ada juga yang belum. Yang perlu diperhatikan dalam beberapa etika tersebut adalah tidak lupa membaca doa setelah selesai mengenakan pakaian. Terlihatnya remeh, namun siapa sangka jika kebiasaan mudah tersebut bisa mendatangkan nikmat Allah lainnya.

Dalam doa tersebut tersirat sebuah ungkapan syukur seorang hamba kepada Tuhannya, yang telah memberikan rezeki dengan tiada upaya dan juga kekuatan. Allah akan menambah nikmat seseorang jika ia mampu mensyukurinya, begitupun dengan ucapan syukur saat selesai mengenakan pakaian. Allah akan menambah nikmat seorang hamba yang berdoa alhamdulillahi ladzi kasani hadza min ghairi haulin minni wa la quwwatin saat selesai mengenakan pakaian.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here