Enam Sifat Penghuni Neraka Jahanam Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

0
2087

BincangSyariah.Com – Kata “neraka” dalam Al­quran disebut naar, yang ber­makna api yang menyala. Secara istilah, neraka berarti tempat balasan bagi orang­-orang yang telah lalai di dunia. Tempat yang akan dihuni oleh calon penghuni neraka bertingkat-tingkat sesuai tingkatan kelalaian yang telah dilakukan di dunia.

Ibnu Qayyim al-Jauzaiyyah dalam al-Fawa’id menjelaskan bahwa orang yang akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam memiliki enam sifat:

Pertama, kufur terhadap nikmat Allah dan hak-Nya, kufur terhadap agama, tauhid, nama dan sifat-Nya, serta kufur kepada rasul, malaikat, Kitab dan Hari Akhir.

Kedua, memusuhi kebenaran. Kekerasan hatinya membuatnya enggan dan susah untuk menerima kebenaran.

Ketiga, menolak kebaikan baik terhadap dirinya sendiri untuk taat dan mendekatkan diri kepada Allah, maupun kebaikan terhadap orang lain. Dia sama sekali tidak mempunyai catatan kebaikan, baik untuk dirinya sendiri  maupun untuk orang banyak.

Keempat. Di samping menolak berbuat baik, dia juga memusuhi manusia, kejam, dan berlaku zalim kepada mereka, baik dengan tangan maupun lisannya.

Kelima, dia selalu ragu-ragu untuk menentukan sikap.

Keenam, berbuat syirik kepada Allah dan menjadikan Tuhan lain selain Allah untuk disembah dan dipuja.

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa orang yang memiliki sifat-sifat di atas ketika ditanya di akhirat kelak, maka mereka akan mengaku bahwa perbuatan lalai mereka adalah karena perbuatan setan yang menjerumuskan mereka. Namun setan sendiri menolak bahwa itu merupakan perbuatannya, sebab menurutnya mereka dalam kesesatan karena pilihannya sendiri yang menolak kebenaran. Sebagaimana yang dikatakan oleh Iblis kepada ahli neraka dalam Alquran

وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ۖ

Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri.(QS. Ibrahim; 22)

Baca Juga :  Tujuh Hal yang Dapat Menjerumuskanmu ke Dalam Neraka

Begitu pula mereka akan menyalahkan dan menuduh malaikat, karena terlalu cepat mencatat perbuatannya tersebut sebelum ia sempat bertobat. Kemudian malaikat itu menjawab, “Aku tidak menambah sama sekali apa yang diperbuatnya dan tidak tergesa-gesa dalam mencatat hingga dia bertobat. Lalu berkata,

رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

“Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”.(QS. Qaf; 27)

Begitulah, sifat ahli neraka yang tidak terima disalahkan dan dimasukkan ke neraka jahanam. Mereka beranggapan bahwa itu karena salah setan yang telah menjerumuskannya dan malaikat yang terlalu cepat mencatat dosa dan amal buruknya. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here