Enam Etika Saat Melihat Jenazah dan Takziyah Menurut Imam Ghazali

0
1814

BincangSyariah.Com – Etika, adab atau sopan santun ternyata tidak melulu dipraktikkan hanya kepada manusia yang masih hidup. Terhadap orang yang sudah meninggal, kita juga harus mempunyai etika. Selain memandikan, mengafani, menyalatkan dan menguburkannya, kita juga harus beretika pada yang sudah meninggal, apalagi saat kita sedang bertakziah mengunjungi keluarga yang meninggal. Islam juga mengajarkan adab terhadap orang yang sudah meninggal.

Imam Ghazali dalam kitab Mukasyafatul Qulub menyebutkan enam etika saat melihat jenazah dan bertakziyah ke keluarga orang yang meninggal.

Pertama, betafakkur, memikirkan segala amal perbuatan selama hidup di dunia. Saat melihat jenazah, apa saja amal yang sudah kita lakukan untuk bekal di akhirat, karena nantinya kita juga akan meninggal.

Kedua, sebagai peringatan untuk diri sendiri. Ketika melihat orang meninggal sebaiknya kita merasa bahwa dia adalah gambaran kita, mau tidak mau kita pasti akan seperti itu juga.

Ketiga, mempersiapkan diri dengan aml-amal yang terbaik kita karena hanyalah itulah yang kita bawa, bukan harta atau kerabat.

Keempat, berjalan di depan jenazah. Ketika hendak mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman sebaiknya berjalan di depan beranda jenazah, dengan catatan yang tandu jenazah sudah lebih dari cukup.

Kelima, berbaik sangka kepada jenazah. Kita tidak boleh berburuk sangka kepada jenazah sekalipun di masa hidupnya dia selalu melakukan perbuatan buruk,  karena kita tidak mengetahui rahasia Allah, siapa tahu di balik perbuatan jeleknya dia beristighfar lalu Allah  mengampuni dosa-dosanya.

Keenam, berburuk sangka terhadap diri sendiri. Artinya kita tidak boleh merasa lebih baik terhadap orang lain termasuk terhadap jenazah, walaupun kenyataannya sekarang kita lebih banyak melakukan kebaikan, namun nasib tidak ada yang tauhu. Boleh jadi kita nanti terjerumus kepada jurang kebatilan dan tidak sempat bertaubat lalu kita meninggal maka artinya kita meninggal dalam keadaan suul khatimah.  Naudzu billahi min dzalik.

Baca Juga :  Hukum Melepas KB Spiral pada Jenazah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here