Empat Syarat Pengelola Wakaf

0
647

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih, pengelola wakaf disebut dengan nazhirul waqfi, baik pengelola wakaf bersifat perseorang atau berbentuk instansi. Barang wakaf harus dijaga dan dikelola dengan baik oleh pengelola wakaf agar fisiknya tetap utuh dan manfaatnya terus berlanjut. Agar tujuan wakaf ini bisa tercapai, maka para ulama menetapkan beberapa syarat bagi pengelola wakaf.

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah disebutkan bahwa terdapat empat syarat yang harus dipenuhi oleh pengelola wakaf.

Pertama, pengolala wakaf harus mukallaf atau sudah baligh dan berakal. Semua ulama fiqih sepakat atas syarat ini. Karena itu, tidak boleh anak kecil atau orang gila mengelola wakaf karena mereka tidak bisa kompeten mengelolanya.

Kedua, pengelola wakaf harus memiliki kepribadian adil yang tampak. Ini disebabkan karena pengelolaan aset wakaf membutuhkan otoritas dan kebijakan yang bertanggung jawab, dan ini hanya layak bagi orang yang memiliki sifat adil.

Dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili menyebutkan bahwa yang dimaksud adil di sini adalah pengelola wakaf senantiasa berkomitmen mengerjakan kebaikan dan menjauhi penyimpangan dan perbuatan fasik. Karena itu, orang yang fasik tidak layak menjadi pengelola aset wakaf.

Ketiga, pengelola wakaf memiliki kemampuan dan kacakapan untuk mengelola aset wakaf. Ini dimaksudkan agar aset wakaf terkelola dan terjaga dengan baik. Karena itu, menurut ulama Hanafiyah, orang yang tidak mampu dan tidak cakap mengelola aset wakaf, dia tidak boleh jadi pengelola wakaf, dan harus dicopot jika jadi pengelolanya.

Keempat, pengelola wakaf harus beragama Islam. Syarat ini, menurut ulama Hanabilah, berlaku jika barang wakaf beragama Islam, atau secara sosial-kolektif barang wakaf dimanfaatkan dan digunakan oleh orang-orang Islam, seperti masjid dan sejenisnya. Jika barang wakaf hanya digunakan oleh non-muslim, maka pengelola wakaf tidak disyaratkan harus beragama Islam.

Baca Juga :  Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Gambaran Kamar di Surga (Surah al-Rahman:48-58)

Sementara menurut ulama Hanafiyah, pengelola wakaf tidak disyaratkan harus beragama Islam. Boleh non-muslim mengelola barang wakaf. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

واجاز الحنفية ان يكون الناظر ذميا وان الاسلام ليس بشرط

Ulama Hanafiyah membolehkan pengelola wakaf dari non-muslim, dan beragama Islam bukan syarat bagi pengelola wakaf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here