Empat Hal yang Baik, Lebih Baik, Buruk, dan Lebih Buruk

0
1108

BincangSyariah.Com – Imam Nawawi Al-Bantani di dalam kitab Nashaihul ‘Ibad menjelaskan bahwa kebaikan adalah sesuatu yang berhubungan dengannya pujian di dunia dan pahala di akhirat. Sebaliknya keburukan adalah sesuatu yang berhubungan dengannya celaan di dunia dan siksaan di akhirat.

Di dalam kitab Nashaihul ‘Ibad yang merupakan syarah dari kitab Al-Munabbihat Alal Isti’dad Li Yaumil Ma’ad karya imam Ibnu Hajar tersebut dijelaskan tentang empat hal yang baik, lebih baik, buruk, dan lebih buruk. Keempat hal tersebut dinukilkan dari perkataan sebagian para ahli hikmah.

Pertama; rasa malu (yang dilakukan) dari (pihak) para laki-laki itu baik, tetapi rasa malu yang dilakukan dari pihak perempuan itu lebih baik.

Kedua; sikap adil (yang dilakukan) dari masing-masing orang itu baik, tetapi sikap adil (yang dilakukan) dari para penguasa (pemerintah) itu lebih baik.

Ketiga: taubat (kembali kepada Allah swt. yang dilakukan) dari kalangan orang yang sudah tua itu baik, tetapi taubat dari kalangan pemuda itu lebih baik.

Keempat: dermawan (yang dilakukan) dari kalangan orang-orang kaya itu baik, tetapi sifat dermawan yang dilakukan dari kalangan orang-orang miskin itu lebih baik.

Adapun empat hal yang buruk dan lebih buruk adalah sebagai berikut.

Pertama; dosa yang dilakukan dari kalangan para pemuda itu buruk, tetapi lebih buruk jika dilakukan dari kalangan orang yang sudah tua.

Kedua; sibuk dengan urusan dunia dari kalangan orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk jika dilakukan dari kalangan orang yang berilmu.

Ketiga; malas-malasan dalam beribadah atau taat kepada Allah swt. yang dilakukan dari semua manusia itu buruk, tetapi lebih buruk jika dilakukan dari kalangan para ulama dan para penuntut ilmu.

Baca Juga :  Hukum Menjual Keperluan Natal dalam Islam

Keempat; sombong yang dilakukan dari kalangan orang-orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi jika dilakukan dari kalangan orang-orang miskin.

Demikianlah empat hal yang baik, lebih baik, buruk, dan lebih buruk menurut sebagian para ahli hikmah. Wa Allahu A’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here