Empat Ciri Penghuni Surga Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah

0
662

BincangSyariah.Com – Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab al-Fawa’id menjelaskan tentang keutamaan dan kedekatan orang-orang yang bertakwa dengan surga. Mereka lah  calon penghuni surga. Kepada orang-orang tersebut Allah Swt memberikan keutamaan pahala surga dalam firman-Nya berikut ini

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

Artinya; Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya. (QS. Qaf; 34-35)

Para penghuni surga adalah golongan-golongan hamba Allah yang memiliki sifat berikut ini;

Pertama, golongan orang-orang yang kembali kepada Allah (Awwab) dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari keterlenaan menjadi terjaga. Ubaid bin Amir, seorang yang lahir di masa Nabi dan merupakan pembesar tabi’in ini, mengatakan, “Orang yang kembali adalah orang-orang yang teringat akan dosa-dosanya kemudian meminta ampun kepada Allah atas segala perbuatannya.”

Kedua, hafidz. Menurut Ibnu Abbas, seorang hafidz senantiasa menjaga diri terhadap amanat yang dibebankan dan diwajibkan Allah kepadanya. Qatadah As-Sadusy, seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in berkata,” Senantiasa menjaga hak-hak Allah dan apa yang telah dianugerahkan kepadanya.”

Ketiga, orang-orang yang takut kepada Rabb-nya. Seperti disebutkan dalam Firman-Nya, “Yaitu orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.” (QS. Qaf; 33). Yaitu orang yang menyatakan kepercayaannya kepada adanya Allah, kekuasaan, ilmu dan kemampuan-Nya mengawasi semua keadaan manusia. Dia juga percaya kepada kitab, rasul, perintah dan larangan-Nya. Percaya juga kepada janji, ancaman dan pertemuannya dengan Allah.

Keempat, golongan orang yang bertobat seperti dalam firman-Nya, “Dia datang dengan hati yang bertaubat.” (QS. Qaf; 33). Ibnu Abbads berkata, “Hakikat tobat adalah ketetapan hati untuk senantiasa menanti Allah, mencintai-Nya, dan menerima segala ketetapan-Nya.”

Wallahu’alam.

Baca Juga :  Amal yang Pertama Kali Dihisab di Hari Kiamat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here