el-Bukhari Institute Kutuk Tindakan Kekerasan di Sigi

0
9

BincangSyariah.Com – El-Bukhari Institute, Yayasan yang membawahi Bincang Syariah, menyampaikan belasungkawa pada korban kekerasan di Kecamatan Palopo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang merenggut jiwa. Tindakan kekerasan tersebut, sebagaimana dikonfirmasi pihak kepolisian, itu dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin oleh Ali Kalora. Kelompok ini pernah menyatakan ikrar setianya pada ISIS, organisasi teroris di Suriah.

Menurut Irjen Pol Abdurrahman Baso, Kapolda Sulteng, motif MIT melakukan tindakan kekerasan tersebut karena upaya balas dendam. Pada 17 November tahun ini, 2 dari 13 orang kelompok mereka ditembak mati oleh pihak kepolisian.

“Kelompok kekerasan seringkali keliru dalam memahami teks-teks keagamaan. Mereka menerapkan ayat-ayat perang dalam kondisi Indonesia yang damai,” ujar Direktur Eksekutif el-Bukhari Institute, Abdul Karim Munthe.

Menurut pria kelahiran Medan, kelompok kekerasan yang mengatasnamakan Islam itu jelas telah mencoreng nilai-nilai Islam yang sejuk dan damai. “Kami yakin, semuga agama mengajarkan pemeluknya tentang toleransi dan perdamaian antar sesama. Namun, oknum-oknum umat beragama yang berpengetahuan terbatas itulah yang seringkali membuat onar,” papar pria murid almarhum Profesor K.H. Ali Mustafa Yaqub.

Menurut Munthe, Nabi Muhammad itu diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia dan menjadi ramhat bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu, menurutnya, jika ada umat Muslim yang menggunakan kekerasan dalam nahi mungkar, itu dipastikan ia telah menyalahi syariat Islam.

“Aku diutus bukan untuk melaknat atau mencaci maki. Aku diutus untuk menebar kasih sayang,” kata Munthe mengutip hadis riwayat Imam Muslim.

El-Bukhari Institute berharap agar para dai itu tidak menebar kebencian dalam forum dakwahnya. “Kita khawatir, dai-dai yang provokatif ini menjadi pemicu dan motivasi bagi orang-orang yang senang terhadap tindakan kekerasan,” pungkas Munthe.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here