K.H. Ma’ruf Amin: Ekonomi Berkelanjutan Sesuai Prinsip Ajaran Islam

0
25

BincangSyariah.Com – Prinsip-prinsip ekonomi berkelanjutan yang biasa dikenal dengan 3P yaitu people, planet, profit, mampu mendorong kegiatan ekonomi dan memperhatikan tiga hal yang penting secara seimbang.

Tiga hal tersebut adalah manusia, lingkungan, dan keuntungan. Semua pelaku ekonomi, termasuk pengusaha besar dan raksasa didorong untuk mengadopsi konsep ini dalam setiap kegiatan usahanya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa konsep tersebut sangat sejalan dengan prinsip ajaran Islam yang rahmatan lil-alamin  dan tujuan bersyariah atau maqashid syariah. Bisa dikatakan bahwa menjalankan ekonomi berkelanjutan sama dengan menjalankan syariat Islam.

Bagaimana sebenarnya konsep ekonomi berkelanjutan?

Dalam konsep ekonomi berkelanjutan, tujuan menjaga keberlangsungan manusia sejalan dengan tujuan menjaga agama, menjaga jiwa, dan menjaga akal dalam maqashid syariah.

Konsep planet dalam ekonomi berkelanjutan sesuai dengan konsep menjaga keturunan yang ada dalam tujuan bersyariah. Sementara itu konsep profit atau laba sama dengan menjaga harta dalam maqashid syariah. (Baca: Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam Pandangan Fikih Maqashid)

“Penerapan maqashid syariah dalam setiap kegiatan ekonomi diharapkan bisa menjadikan kegiatan ekonomi menjadi berkelanjutan dengan memperhatikan martabat manusia dan menjadikannya sebagai subyek, bukan sekedar obyek.” Jelas Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menjadi pembicara kunci dalam pembukaan seminar “The First International Conference on Islamic Civilization” pada 30 Agustus 2020.

Ma’ruf Amin menambahkan, “Ekonomi berkelanjutan juga bisa mempertahankan kohesi sosial serta ramah terhadap lingkungan.”

Dalam konsep ekonomi berkelanjutan, tujuan menjaga keberlangsungan manusia dianggap sejalan dengan tujuan menjaga agama yang menjaga jiwa dan menjaga akal dalam maqashid syariah.

Selain itu, pembiayaan berkelanjutan atau yang biasa disebut green finance juga menerapkan prinsip 3P. Konsep pengembangan inovasi tersebut sejalan dengan penerapan keuangan berkelanjutan. Pengembangan sumber daya manusianya juga berkelanjutan. Tata kelola organisasinya pun memasukkan lingkungan hidup dan sosial dalam pertimbangannya.

Baca Juga :  Klarifikasi K.H. Ma'ruf Amin tentang Larangan Mengucapkan Selamat Natal

Ma’ruf Amin juga menyatakan bahwa dalam penerapan pembiayaan berkelanjutan, konsep maqashid syariah pun sangat relevan. Lantas, bagaimana sebenarnya potensi ekonomi syariah global di sejumlah sektor yang sejalan dengan ekonomi berkelanjutan?

Prinsip bagi hasil dan pembagian risiko serta mengutamakan pembiayaan dari aktivitas ekonomi riil kemudian menghindari kegiatan ekonomi yang spekulatif serta pembatasan rasio utang terhadap aset yang diterapkan dalam ekonomi syariah juga relevan dengan ekonomi berkelanjutan.

Pembangunan berkelanjutan atau SDGs sebenarnya sudah diformulasikan sejak 2015. Ada 193 negara termasuk Indonesia yang mengadopsi dan berkomitmen untuk mewujudkannya. Pandemi Covid-19 juga menimbulkan tantangan pembangunan dan ekonomi berkelanjutan menjadi semakin besar.

Pandemi sangat bisa menjadi momentum untuk pembangunan yang lebih baik dan mempercepat pencapaian SDGs setelah wabah berakhir. Ma’ruf Amin menyatakan, “Dalam situasi ini, konsep ekonomi berkelanjutan menjadi jauh lebih penting. Ini kesempatan kita menggunakan sumber daya seperti energi dengan lebih efisien, demikian juga inklusivitas.”

Dalam upaya meningkatkan ekonomi dan keuangan Islam, diperlukan peran aktif dan sinergi dari masyarakat, aktor ekonomi, akademisi, dan pemerintah. Bank Indonesia pun selalu siap berkoordinasi dan mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan Islam.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here