Duta Besar Arab Saudi Jelaskan Pelarangan Orang Palestina Berhaji Sampai Kasus Tuti Nursilawati

0
454

BincangSyariah.Com – Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama al-Shuhaibi, berkesempatan untuk mengunjungi Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jakarta. Kunjungan ini sebenarnya bertujuan layaknya kunjungan pada umumnya, yaitu membicarakan kemungkinan-kemungkinan kerjasama antara Muhammadiyah dengan Arab Saudi. Ini biasa dilakukan sebagian bagian dari kerjasama-kerjasama diplomatik.

Namun, yang paling menarik adalah, seperti disampaikan oleh Sekretaris Umum Muhammadiyah, Mukti Ali, diadakannya konferensi pers di media untuk menjelaskan beberapa hal yang ramai dibicarakan di Indonesia dan memiliki hubungan dengan Saudi Arabia. Salah satunya juga adalah dibukanya tanya jawab dengan wartawan.

Pada penjelasan awal Dubes, ia membicarakan soal bagaimana relasi antara dua negara, seperti apa saja kerjasama yang dilakukan. Yang dibicarakan diantaranya adalah soal kerjasama ekonomi dan apa saja investasi Arab Saudi di Indonesia. Tema lain yang dibicarakan adalah soal kerjasama pendidikan antara Muhammadiyah dengan Pemerintah Arab Saudi, semisal penambahan kuota mahasiswa yang menjadi anggota Muhammadiyah untuk belajar di universitas di Arab Saudi.

Dubes kemudian berbicara soal berita pelarangan berhaji orang-orang Palestina akibat kerjasama Arab Saudi dengan Israel. Pertama, beliau menjelaskan bahwa berita tersebut tidak utuh karena tidak berasal dari Arab Saudi sendiri. Berita tersebut disebarkan oleh Inggris dan Israel. Kedua, Arab Saudi sebenarnya tidak melakukan pelarangan. Yang dilakukan adalah melakukan pengetatan jumlah saja dengan menyesuaikan prosentasi jumlah warga setempat.

Ia menjelaskan bahwa warga Palestina yang saat ini tidak lebih dari 7 juta orang, maka kuota hajinya setiap tahun hanya 0,1 % dari jumlah warga negara. Beliau analogikan dengan muslim di Indonesia. Penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 250 juta orang, maka kuota hajinya setiap tahun hanya sekitar 250.000 orang. Dubes Osama melanjutkan, bahwa persoalan Palestina adalah persoalan umat Islam seluruhnya. Rumor tersebut wajar karena di Indonesia ada kebebasan media. Namun Dubes sebagai representasi Arab Saudi di Indonesia tidak setuju jika ada berita yang tidak benar terkait Arab Saudi, sehingga media harus klarifikasi ke pihak Arab Saudi.

Baca Juga :  Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i soal Panah Fitnah kepada Ulama

Selanjutnya, di sesi tanya jawab dengan wartawan beliau ditanya soal mengapa eksekusi Tuti Nursilawati dan beberapa orang Indonesia yang juga dieksekusi disana, tidak ada pemberitahuan kepada Pemerintah Indonesia. Dubes menjawab bahwa bagaimanapun persoalan keputusan hukum terhadap orang Indonesia di Saudi, tidak mempengaruhi hubungan bilateral Arab Saudi-Indonesia. Beliau hanya menyampaikan kalau Kedutaan sampai saat ini masih menunggu informasi dari Pemerintah Arab Saudi sendiri soal Tuti. Meski beliau membenarkan kalau pemberitahuan (notifikasi) itu sebenarnya adalah hak keluarga terpidana juga. Ia juga menolak pendapat yang mengatakan kalau Pemerintah Arab Saudi tidak pernah memberi notifikasi jika ada terpidana mati asal Indonesia.

Pertanyaan cukup berulang terjadi terhadap Dubes soal bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang menyebabkan Habib Rizieq Syihab (HRS) sempat dibawa ke Kantor Polisi Arab Saudi. Dubes hanya menjawab bahwa HRS adalah sosok yang mendapat atensi baik dari Pemerintah Indonesia, juga dari Arab Saudi. Ia sama saja dengan WNI lainnya. Kalaupun ia berbuat kriminal, tentu ia sudah dipenjarakan. Beliau tidak menjawab dengan jelas bagaimana keduduka bendera tersebut apakah dilarang atau tidak di Saudi. Sebagian wartawan juga bertanya soal mengapa HRS tidak dideportasi padahal izin tinggal beliau di Saudi sudah habis. Dubes enggan menjawab pertanyaan tersebut lebih jauh. Ia mengatakan bahwa HRS bukan kriminal, ia masih tinggal di rumahnya di Mekkah, dan tetap mendapatkan atensi dari Indonesia dan Arab Saudi. Beliau menjawab bahwa kasus tertempelnya bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di rumah HRS itu perlu diselidiki lebih lanjut siapa yang sebenarnya memasangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here