Dua Tanggung Jawab Orang yang Berilmu

0
2022

BincangSyariah.Com- Menjadi orang yang alim atau berilmu merupakan suatu kenikmatan yang besar karena dengan ilmu ia mampu membedakan mana yang haq dan bathil dan ilmu juga akan memberikan kebaikan serta kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat nantinya. Namun menjadi orang yang berilmu saja tak cukup, ia mempunyai tanggung jawab atas ilmu yang dipunya.

Dalam kitab Thalibul ‘Ilm baina Amanatit Tahammul wa Masuliyatil Ada’ disebutkan bahwa orang yang berilmu mempunyai dua tanggung jawab. Pertama, tanggung jawab untuk mengamalkan dan kedua tanggung jawab untuk menyampaikan atau mengajarkan.

Sahabat Ibn Mas‘ud ra berkata: “Orang yang belajar suatu ilmu kemudian tidak mengamalkannya maka ilmu tersebut tidak akan bertambah kecuali kesombongan.”

Imam Syafi’i berkata:

ليس العلم ما حفظ، العلم ما نفع

“Ilmu bukanlah sesuatu yang dihafal akan tetapi ilmu itu sesuatu yang bermanfaat.”

Adapun tanggung jawab untuk menyampaikan ilmu, Muhammad bin Al-Fadl berkata:

ذهاب الإسلام على يدي أربعة أصناف من الناس: 1. صنف لا يعملون بما يعلمون 2. وصنف يعملون بما لا يعلمون 3. وصنف لا يعلمون ولا يعملون 4. وصنف يمنعون الناس من العلم

“Hilangnya ajaran islam di tangan empat golongan manusia: 1. Golongan orang yang tidak mengamalkan ilmu yang ia ketahui 2. Golongan orang yang mengamalkan terhadap sesuatu yang tidak ia ketahui 3. Golongan orang yang tidak tahu dan tidak bisa mengamalkan 4. Golongan orang yang mencegah orang lain mendapatkan ilmu.”

Ibn al-Qayyim menjelaskan bahwa golongan pertama adalah orang yang berilmu akan tetapi tidak mengamalkan. Hal ini sangat berbahaya bagi banyak orang. Golongan kedua merupakan orang yang ahli ibadah akan tetapi tidak punya ilmu. Orang-orang akan berprasangka baik dengan ibadah dan kebaikan yang ia lakukan kemudian mereka mengikuti kebodohannya.

Baca Juga :  Wiridnya Orang Berilmu

Yang ketiga adalah golongan orang yang tidak berilmu dan tidak pula beramal, mereka sama halnya dengan binatang liar. Sedangkan yang terakhir adalah pengganti iblis di muka bumi yang menghalangi orang-orang untuk mencari ilmu dan memperdalam ilmu agama. Mereka tidak kalah berbahaya dari setan kalangan jin karena merekalah yang menghalangi hati orang-orang dengan petunjuk dan jalan Allah. fal ‘iyadzu billah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here