Dua Kenikmatan dari Allah yang Sering Disia-siakan Manusia

0
294

BincangSyariah.Com – Musibah adalah satu hal yang tidak diinginkan oleh manusia dalam hidupnya. musibah selalu berkaitan dengan ketabahan, kesedihan dan kehilangan. Musibah juga banyak menyebabkan orang bertangisan dan bergandeng tangan mecari sebuah kekuatan. Namun tahukah jika musibah terbesar manusia adalah manusia sendiri yang menciptaka dan memilihnnya? Dalam Tanbihul mughtarrim, Syaikh Abdul Wahab Asy Sya’roni mengatakan:

من أعظم ما يبتلى به العبد الفراغ من أعمال الدنيا والأخرة ولكن لا يشعر به أنه بلاء ألا القليل من الناس

Salahsatu musibah yang paling besar yang menimpa manusia adalah kekosongan waktunya dari amal saleh yang bermanfaat untuknya di dunia dan di akhirat. Akan tetapi hanya sedikit diantara sekian banyak manusia yang menyadari bahwa itu adalah musibah   

Syaikh Abdul Wahab Asy Sya’roni mengingatkan kita agar terus bisa mendayagunakan potensi waktu sebaik mungkin. Dengan demikian kita tidak termasuk dalam kategori orang yang mendapatkan musibah terbesar dalam kehidupan.

Keterangan di atas mengingatkan akan pesan Allah dalam QS Al ‘Ash. Dimana Allah bersumpah demi waktu, yang merupakan ajang dan medan perlombaan kita untuk beramal kebaikan. Allah menyebut dengan kaum yang merugi bagi hamba yang membiarkan waktu berlalu begitu saja dengan sia-sia. Atau bahkan menghabiskan waktunya dengan perihal yang dilarang oleh Allah.

Sering terdengar di telinga kita jika waktu adalah pedang. Siapapun yang tidak bisa dan tidak mengerti cara menggunakannya, maka pedang tersebut bisa membunuh kita. Tidak hanya cinta yang bisa membunuh, rupanya waktu bisa membunuh pemiliknya jika tidak digunakan dengan baik dan tepat. Sebab itulah disebut sebagai musibah terbesar manusia jika kita mengosongkan waktu dari berbagai amal saleh.  Rasulullah berpesan dalam hadisnya:

Baca Juga :  Ini Tiga Kesalahan yang Diampuni Allah

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)

Kesehatan dan waktu luang adalah dua nikmat Allah yang paling sering disia-siakan. Akan mengerti mahalnya sehat ketika sakit, dan paham akan berartinya waktu luang ketika terlalu sibuk. Oleh seba itu, pergunakanlah nikmat yang telah diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya. Bukan menjadikannya sebuah musibah tersebar. Allah memberikan waktu luang untuk kita pergunakan dengan kesibukan amal saleh, minimal dengan berdzikir kala diam dan tenang. Bukan untuk dikosongkan dan mendatangkan maksiat kepada-Nya. Mulai gunakan waktu sebaik mungkin, semoga kita tidak termasuk dari kesekian orang yang merasakan musibah terbesar dalam hidupnya.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here