Dua Hal Paling Ditakuti Sayyidina Ali bin Abi Thalib

0
3155

BincangSyariah.Com – Diantara khalafaurrasyidin yang empat, Sayyidina Ali karramallahu wajhah dikenal paling luas keilmuannya. Sayyidina Ali sebagai menantu Rasullah juga tergolong sahabat yang berani, artinya siap tanggung resiko demi tegaknya agama Islam. Bahkan, sekalipun harus nyawa yang menjadi taruhannya.

Dalam sejarah kekhalifahan, sayyidina Ali memang tidak semulus para khalifah sebelumnya. Bahkan, sejarah mencatat bahwa pada masa sayyidina Ali ini muncul perang siffin  yang menjadi cikal-bakal naiknya Muawiyah bin Abi Sofyan yang kemudian dikenal dengan Bani Muawiyah. Begitulah kehidupan, selalu ada tantangan tersendiri dalam setiap masanya.

Berbicara tantangan tentu lekat kaitannya dengan keberanian dan ketkutan. Bagi sayyidina Ali sendiri ada dua hal yang ditakutkan dan harus ditaklukkan dengan harapan manusia senantiasa menetapi kebenaran sekaligus ingat pada kehidupan akhirat;

فقال علي ابن ابي طالب رضي الله عنه اخاف عليكم اثنين اتباع الهوى وطول الأمل فإن اتباع الهوى يصد عن الحق وطول الأمل ينسى الأخرة

Ali bin Abi Thalib radliyllahu anh berkta, dua hal yang aku takutkan atas kalian yakni, mengikuti hawa nafsu dan panjang angan. Karena sesungguhnya hawa nafsu menghalangi dari kebenaran dan panjang angan bisa membuat lupa akan akhirat. (Syarh Nsaihul Ibad  h.40).

Jika perkataan suami sayyidah Fathimah ini dicerna dengan kebeningan hati dan kebersihan akal tentu tidak bisa dibantah. Betapa banyak manusia yang terjungkal dari berbuat kebaikan oleh karena terjebak pada godaan hawa nafsu. Apabila ini dibiarkan, maka wajar bila marak pengakuan benar sendiri dan menganggap orang lain salah.

Begitu pula dengan panjang angan. Panjang angan bagai biang yang selalu meggerogoti kearifan dalam berpikir sehingga membuat manusia lupa bahwa akan ada kehidupan lain setelah di dunia yakni, kehidupan akhirat. Alih-alih sibuk untuk menyiapkan bekal demi kehidupan akhirat, panjang angan justru cenderung menafikan hari bangkit dari kubur.

Baca Juga :  Sosiologi Hadis; Sebuah Pengantar

Baik hawa nafsu maupun panjang angan, kuduanya adalah tidak lain kecuali cara-cara setan agar manusia mengangkangi kefitrahannya sendiri. Semog kita termasuk dari orang selalu berpegang pada kefitrahan sehingga tetap istikamah dalam menjalankan syariat-syariat Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here