Dua Doa yang Tidak Akan Dikabulkan

0
1353

BincangSyariah.Com – Doa merupakan wujud ketidak mampuan seorang hamba kepada Allah swt. Bahkan Allah swt. pun memerintahkan hambaNya untuk selalu berdoa kepadaNya. Namun, Nabi saw. pernah menjelaskan bahwa ada dua doa yang tidak akan dikabulkan. Apa sajakah itu?

عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ. (رواه الترمذي)

Dari Jabir, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorang pun yang meminta dengan berdoa kecuali Allah akan mendatangkan apa yang ia minta, atau Allah akan menahan dirinya dari kejelekan sepertinya (permintaannya), selama ia tidak berdoa dengan (dalam keadaan) dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. At-Tirmidzi).

Imam At-Tirmidzi memasukkan hadis tersebut ke dalam bab doanya seorang muslim itu akan dikabulkan. Namun, menurut imam Al-Mubarakfuri di dalam kitabnya “Tuhfatul Ahwadzi” mengatakan bahwa dikabulkannya doa itu bermacam-macam caranya.

Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Abi Said, “Nabi saw. pernah bersabda, Tidak ada seorang muslim yang berdoa yang tidak berdosa dan memutus silaturahim kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga (kemungkinan), adakalanya dipercepat doanya, disimpan (balasannya) di akhirat, dan adakalanya ia akan terhindar dari kejelekan.”

Selain itu, imam At-Tirmidzi juga pernah meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah bahwasannya Nabi saw. bersabda, “Seseorang yang berdoa akan dikabulkan doanya adakalanya dipercepat untuknya di dunia, disimpan untuknya di akhirat, dan adakalanya dilebur/diampuni dosa-dosanya dengan kadar doanya.”

Dengan demikian, maka doa itu ada yang langsung dikabulkan sesuai yang diminta, ada yang dikasihnya ketika di akhirat (diganti dengan pahala), ada pula yang dikabulkan dalam bentuk terhindarnya seseorang dari kejelekan atau musibah sebagai ganti dari apa yang diminta.

Namun, doa itu akan terkabul dengan catatan orang tersebut tidak dalam keadaan bermaksiat/berdosa atau sedang memutus silaturrahim. Hal ini disebabkan karena doa itu disyaratkan untuk ikhlas. Allah swt. berfirman

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Maka berdoalah kepada Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya… (Q.S. Ghafir/14)

Dan termasuk ikhlas di sini adalah tidak dalam keadaan melakukan dosa/maksiat dan memutus silaturrahim. Di dalam riwayat imam Muslim dari Abu Hurairah r.a, juga disebutkan bahwa Nabi saw. pernah menceritakan tentang seseorang yang berdoa dalam keadaan makanan yang ia makan haram, pakaian yang ia kenakan haram, dan perutnya kenyang dengan barang haram. Lalu bagaimana doanya akan terkabul.

Oleh karena itu, maka sejatinya doa semua muslim berpotensi untuk dikabulkan baik secara langsung di dunia, ditangguhkan di akhirat, atau diganti dengan ia akan dihindarkan dari segala bencana dan kejelekan. Namun, ada dua doa yang tidak akan dikabulkan, yakni ketika ia dalam keadaan bermaksiat/berdosa dan memutus silaturrahim. Maka, jika ingin dikabulkan doanya, jauhilah dosa dan segala bentuk kemaksiatan. Sekecil apapun. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here