Dua Cara Menyembelih Ikan Besar

0
106

BincangSyariah.Com – Menurut para ulama Syafiiyah, secara umum ada dua jenis ikan dalam kaitannya dengan sembelihan. Pertama, adalah ikan yang makruh disembelih, yaitu ikan kecil yang cepat mati. Kedua, adalah ikan yang disunnahkan disembelih, yaitu ikan besar yang lama matinya. Ia tidak cepat mati kecuali dibunuh atau disembelih.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ustman Fauzi Ali Al-Abidi dalam kitab Al-Hayawan fi Al-Quran Al-Karim berikut;

الحيوان البحري لا يحتاج الى تذكية الا انه وَيُسْتَحَبُّ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ ذبح مَا تَطُول حَيَاتُهُ كَسَمَكَةٍ كَبِيرَةٍ. وَيَكُونُ الذبح مِنْ جِهَةِ الذَّيْل فِي السمك، وَمِنَ الْعُنُقِ فِيمَا يُشْبِهُ حَيَوَانَ الْبَرِّ. فَإِذَا لَمْ يَكُنْ مِمَّا تَطُول حَيَاتُهُ كُرِهَ ذبحه وَقَطْعُهُ حَيًّا

Hewan laut tidak perlu disembelih hanya saja menurut ulama Syafiiyah, disunnahkan menyembelih ikan yang lama hidupnya seperti ikan besar. Dan sembelihannya dari sisi ekor dalam ikan secara umum, dan dari leher jika ikan tersebut menyerupai hewan darat. Jika kehidupannya tidak lama, maka makruh menyembelihnya dan memotongnya dalam keadaan masih hidup.

Ada dua cara dalam menyembelih ikan besar. Pertama, jika ikan tersebut bentuknya sama seperti ikan biasa, maka caranya menyembelihnya dimulai dari ekor. Kedua, jika ikan tersebut bentuknya menyerupai hewan darat, maka cara menyembelihnya dimulai dari leher, sebagaimana menyembelih hewan darat. Perlu diketahui bahwa maksud menyembelih di sini adalah membunuhnya, baik dengan pisau atau benda lainnya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfah Al-Muhtaj berikut;

وَيُسَنُّ ذَبْحُ سَمَكٍ كَبِيرٍ يَطُولُ بَقَاؤُهُ، وَيَظْهَرُ أَنَّ الْمُرَادَ بِذَبْحِهِ قَتْلُهُ كَمَا يُرْشِدُ إلَيْهِ تَعْلِيلُهُمْ بِالْإِرَاحَةِ لَهُ (قَوْلُهُ: وَيُسَنُّ ذَبْحُ سَمَكٍ إلَخْ) وَالْأَوْلَى أَنْ يَكُونَ الذَّبْحُ مِنْ ذَيْلِهَا، وَلَعَلَّ ذَلِكَ فِيمَا هُوَ عَلَى صُورَةِ السَّمَكِ الْمَعْرُوفِ أَمَّا مَا هُوَ عَلَى صُورَةِ حِمَارٍ، أَوْ آدَمِيٍّ، فَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ الذَّبْحُ فِي حَلْقِهِ، أَوْ لَبَّتِهِ كَالْحَيَوَانَاتِ الْبَرِّيَّةِ

Baca Juga :  Tafsir Surat Al-Fatihah: Optimisme dalam Menjalani Hidup

Disunnahkan menyembelih ikan besar yang lama matinya. Dan jelas bahwa maksud menyembelih di sini adalah membunuhnya sebagaimana ditunjukkan oleh alasan para ulama agar bisa menenangkan ikan. Perkataan mushannif ‘disunnahkan menyembelih ikan’ adalah yang paling utama adalah menyembelih ikan dari ekornya. Ini untuk ikan yang bentuknya sama dengan ikan pada umumnya. Adapun ikan yang menyerupai keledai atau manusia, maka sepatutnya menyembelih di bagian lehernya seperti halnya hewan darat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here