Drone Emprit: Film Jejak Khilafah di Nusantara Viral Karena Akun Bot

0
723

BincangSyariah.Com – Dua pekan sudah media sosial di Indonesia ramai membahas dua film yakni film pendek Tilik (2018) dan Jejak Khilafah di Nusantara (2020) (JKDN).

Dua film yang viral tersebut ternyata memiliki latar belakang keviralan berbeda. Menurut penelitian Drone Emprit, JKDN terbukti menjadi viral karena didukung oleh akun bot. sedangkan Tilik berhasil viral secara organik.

Film Tilik dirilis di Youtube pada 17 Agustus 2020. Film tersebut berkisah tentang obrolan ibu-ibu di atas truk, dengan karakter Bu Tejo yang menjengkelkan tapi jadi sorotan utama. Sementara JKDN diluncurkan 20 Agustus 2020. Film JKDN bercerita tentang hubungan khilafah di Mesir dan Turki di Nusantara.

Kedua film tersebut memang viral dan jadi trending topic di Twitter. Tapi, JKDN terbukti sudah direncanakan untuk viral menggunakan bot. Sedangkan Tilik viralnya natural.

Ismail Fahmi, founder Drone Emprit memiliki data yang ia paparkan di Twitter. Ismail menganalisa tren selama dua pekan terakhir. Percakapan tentang JKDN sudah masif bahkan sejak sebelum peluncuran film. Puncak kampanye terjadi pada 18 Agustus dan puncak popularitas 20 Agustus.

Film Tilik tidak mengadakan kampanye apa pun sebelum diluncurkan. Film Tilik dirilis biasa saja tanggal 17 Agustus 2020 lalu di Youtube dan diapresiasi oleh para kritikus film dan menjadi viral mulai tanggal 20 Agustus.

Tilik pun mulai menyalip popularitas JKDN mulai tanggal 21 Agustus 2020 dan lebih populer daripada JKDN. JKDN populer di Twitter sedangkan Tilik populer juga di Instagram dan pemberitaan media-media online.

Analisa Drone Emprit juga menunjukkan bahwa Tilik kebanyakan dibahas oleh cluster non partisan yang tidak terlalu minat dengan JKDN. Sedangkan JKDN dibahas oleh tiga kelompok yaitu pro khilafah, pro oposisi dan pro pemerintah. Tiga kelompok tersebut pun tidak terlalu minat dengan Tilik.

Baca Juga :  "Tajassus", Mencari-cari Kesalahan Orang Lain

Social Network Analysis juga menunjukkan mana yang popularitasnya alami dan buatan. Ismail lalu menghitung Bot Score dengan skala 1 (manusia/hijau) – 5 (bot/merah).

Film Tilik mendapat skor 1,34 dan kurva distribusinya dominan berada di tengah. Data tersebut menunjukkan bahwa percakapan film Tilik adalah natural. 75,8 persen postingan dilakukan oleh akun sungguhan dan hanya 24,2 persen postingan dari akun yang terindikasi bot.

Film JKDN mendapatkan skor 2,54 dan kurva distribusinya dominan di kiri. Data itu berarti ada indikasi separuh postingan dilakukan oleh bot. Sebanyak 56,67% Cuitan JKDN dilakukan akun minim follower atau bot. Jika kluster pro khilafah diperbesar, tampak node warna oranye atau merah yang mengindikasikan bot. Bahkan terdeteksi jelas ada 3 akun robot yang super aktif, tapi menyendiri di sudut kanan bawah.

Ismail menambahkan bahwa biasanya isu-isunya khilafah yang viral selalu memakai robot dan orang. Pengalaman-pengalaman analisis sebelumnya menunjukkan bahwa jika ada tagar khilafah, biasanya memakai robot dulu untuk menaikkan tagar. Jika tagar sudah terlihat, biasanya akan diangkat oleh influencer, buzzer dan fans.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here