Dr. H. Saefullah, Ketua PWNU Jakarta Wafat Akibat Covid-19

0
114

BincangSyariah.Com – Kematian akibat pandemi Covid-19 masih belum kunjung berhenti. Seperti dijelaskan Prof. Wiku Adisasmito selaku Jubir Pemerintah Covid 19 yang dikutip dari Jawapos.com, dalam sepekan terakhir, rata-rata kematian di Indonesia lebih tinggi dari rata—rata dunia. Di Indonesia, dalam sepekan terakhir, angkanya naik 2,2 % dengan penyumbang kasus kematian tertinggi berasal dari Jawa Timur.

Kabar duka akibat Covid-19 ini juga datang dari salah seorang pejabat tinggi di DKI Jakarta dan pimpinan daerah Nahdatul Ulama di DKI Jakarta. Dr. H. Saefullah, M.Si, yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah DKI Jakarta dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama DKI Jakarta, wafat hari ini.

Kabar meninggalnya Saefullah dipastikan akibat Covid-19 setelah sebelumnya dikabarkan sedang dalam masa kritis dan dan dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Anies Baswedan, seperti dikutip oleh detik, menyebarkan pesan berantai di jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk mendoakan seluruh warga Jakarta yang dirawat di rumah sakit akibat terpapar Covid-19.

“Lebih khusus lagi, saya mengajak pada semua, pada seluruh jajaran dan keluarga untuk meluangkan waktu, benar-benar luangkan waktu bersama keluarga untuk mendoakan saudara kita, mendoakan Pak Sekda, Bapak Saefullah yang saat ini (beberapa hari yang lalu) sedang dalam perawatan intensif melawan Covid-19”, tandas Anies dalam pesan berantainya.

Sore ini, seperti disiarkan di saluran Youtube Pemprov DKI Jakarta, disiarkan penghormatan terakhir jenazah almarhum di Balai Kota DKI Jakarta yang langsung dipimpin oleh Anies Baswedan. Kegiatan penghormatan terakhir terlihat memperhatikan standar jaga jarak.

Permintaan untuk Tidak Mengirim Karangan Bunga

Seperti yang redaksi bincangsyariah.com lihat, jenazah akan disemayamkan dan dishalatkan di kediaman beliau di Jl. Sungai Kendal Kel. Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Selain itu, beredar juga pesan yang disebut disebarkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, merupakan pesan dari istri almarhum, Ibu Hj. Rusmiati Saefullah, untuk tidak perlu mengirim karangan bunga di rumah duka. Keluarga justru menyampaikan agar uangnya cukup disedekahkan dengan diniatkan atas nama almarhum.

Baca Juga :  Inayah Wahid: Perbedaan dan Keberagaman adalah Rahmat

Almarhum cukup lama berkarir di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Ia telah masuk jajaran Pemprov DKI Jakarta dan menjadi Sekda DKI Jakarta sejak tahun 2014. Ia telah menjadi Sekda ketika DKI Jakarta dipimpin oleh Joko Widodo, Basuki Cahaya Purnama (Ahok), dan Anies Baswedan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here