Dosa Itu Seperti Titik Hitam di Hati, Ini Penjelasan Ulama

0
3124

BincangSyariah.Com – Ada salah satu ungkapan yang berasal dari hadis Nabi saw., bahwa kebaikan itu adalah apa yang membuat hati menjadi tenang, dan keburukan sebaliknya, membuat hati menjadi gelisah. Kebaikan dan keburukan di dalam hati ini digambarkan sebagai titik putih dan titik hitam di dalamnya. Hati kita pada awalnya bersih, tidak ada satu noda sedikit pun. Namun, ketika ada dosa yang diperbuat, satu dosa membuat hati kita memiliki satu noda hitam. Itu akan terus bertambah jika dosa terus kita perbuat dan kita tidak kunjung bertobat.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh al-Imam Abdullah al-Haddad dalam karyanya al-Nashaih ad-Diniyyah wa al-Washaya al-Imaniyyah (h. 6),

إن الإيمان يبدو في القلب  لمعة بيضاء ثم تزيد حتى يبيد القلب كله وإن النفاق يبدو في القلب نكتة سوداء ثم تزيد حتى يسود القلب كله

Sesungguhnya keimanan di dalam hati itu muncul seperti cahaya putih. Cahaya itu terus bertambah hingga memenuhi seluruh hati (ketika terus istiqamah dalam keimanan). Sementara, kemunafikan itu seperti titik hitam di dalam hati. Titik hitam akan terus bertambah hingga akan menghitamkan hati seluruhnya (jika kita terus bertahan dalam dosa dan kemunafikan.

Lebih lanjut, menurut al-Imam al-Haddad, keimanan bisa bertambah dengan melakukan aneka amal salih disertai dengan perasaan ikhlas kepada Allah. Sementara kemunafikan akan terus bertambah dengan meninggalkan hal-hal wajib dalam agama serta melakukan hal-hal yang haram. Namun, menjadi hitamnya hati akibat terus menerus berbuat dosa bukan berarti tidak bisa berubah sama sekali. Ketika seseorang bertobat, maka segera titik hitam yang merupakan dosa tersebut menjadi hilang. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Ghafir [40]: 3, “(Allah) adalah pengampun dosa, menerima yang bertobat, keras siksanya, yang berkuasa atas segala nikmat, tiada Tuhan selain Dia, dan hanya kepada-Nya segala sesuatu akan dikembalikan”.

Penjelasan ini serupa dengan hadis Nabi saw. yang diriwayatkan di antara oleh Imam at-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya,

Baca Juga :  Mengenal Entitas Hati dan Tingkatannya Menurut al-Hakim al-Tirmizi

عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن العبد إذا أخطأ خطيئة نكتت في قلبه نكتة سوداء فإذا هو نزع واستغفر وتاب سقل قلبه وإن عاد زيد فيها حتى تعلو قلبه وهو الران الذي ذكر الله كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون

Dari Abu Hurairah ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda : «sesungguhnya seorang hamba, ketika berbuat dosa, ada titik hitam di hatinya. Ketika dia meninggalkan dosanya, memohon ampun, dan bertobat, hatinya kembali bersih. Dan jika dia kembali (berbuat dosa), titik hitam terus bertambah di hatinya sampai menggunung, dan itulah yang menyelubungi hati (dari cahaya) seperti yang Allah firmankan, “Sama sekali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”

Wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here