Doa Orang Sakit Lebih Cepat Diijabah, Ini Alasannya

1
1072

BincangSyariah.Com – Menjenguk orang sakit merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan, karena dapat menjadi penghibur bagi orang yang sakit tersebut, dan memberi motivasi baginya untuk sembuh. Karena Islam sangat mengajurkan agar setiap orang buat berempati kepada sesamanya, seperti menjenguk ketika seseorang terkena bencana seperti sakit ataupun musibah kematian. Bahkan Rasullah menyebutnya sebagai salah satu hak muslim terhadap muslim lainnya. dalam riwayat Imam Muslim, dari Abu Hurairah beliau bersabda:

وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ

Apabila  ia sakit maka jenguklah (HR Muslim)

Jika kita menjenguk orang yang sedang sakit, sudah semestinya kita mendoakan yang terbaik untuk kesehatan dan diriya. Namun bagaimanakah jika kita yang meminta doa kepada orang sakit? Dijelaskan Imam Nawawi dalam kitabnya al-Azkar seraya mengutip hadis dari Umar Ibn Khatab:

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا دخلت على مريض فمره فليدع لك، فإن دعاءه كدعاء الملائكة

“Umar bin Khatab berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila kamu mengunjungi orang sakit, mintalah ia untuk mendoakanmu, karena sesungguhnya doa mereka sama dengan doa malaikat.” (HR. Ibn Majah).

Kutipan hadis di atas mengingatkan bahwa ketika kita mendoakan orang lain, kita seyogianya tidak melupakan doa untuk dirinya sendiri. Meminta doa kepada orang sakit merupakan satu hal yang sering dilupakan oleh kita, padahal doa orang sakit itu laksana doa malaikat. Mengapa demikian? Karena kebanyakan dari orang yang sakit hanya sibuk dengan mengingat Allah dengan caranya, tidak beraktifitas padat layaknya orang sehat biasanya.

Orang yang sedang sakit kebanyakan lebih ingat kepada Allah dan mulutnya tak henti mengucapkan dzikir tentunya. Pada momen inilah kita dianjurkan untuk meminta doa kepadanya. Mungkin terkesan aneh bagi yang pertama melakukannya, karena kebiasan di masyarakat kita adalah kita sebagai penjenguk yang akan memberikan doa terbaik untuk orang yang sedang sakit. Namun tak ada salahnya jika kita mau memulai kebiasan tersebut dari sekarang, karena terlalu indah jika dilewatkan begitu saja. Bayangkan saja kita sedang minta didoakan oleh malaikat.

Baca Juga :  Empat Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dalam Islam

Dengan demikian, jika ada yang bertanya bolehkah kita meminta doa atau didoakan orang yang sedang sakit? Jawabannya adalah boleh, justru ini merupakan anjuran Nabi yang banyak dilalaikan oleh sebagian orang. Bahkan dalam keterangan hadis Nabi disebutkan bahwa doa orang sakit sama doa malaikat.

 

1 KOMENTAR

  1. Doa Orang Sakit Mustajab?
    Apakah doa orang yang sakit itu pasti dikabulkan? Saya pernah mendengar hadis, doa mereka seperti doa malaikat. Apa benar?

    Jawab:

    Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

    Dinyatakan dalam sebuah hadis dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu secara marfu’,

    إذا دخلتَ على مريضٍ فَمُرْه يدعو لك فإن دعاءَه كدعاءِ الملائكةِ

    Apabila kamu menjenguk orang sakit, minta dia untuk mendoakanmu. Karena doanya seperti doa Malaikat.

    Status Hadis:

    Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dalam Amal Yaum wa lailah (hlm. 207) dan Ibnu Majah no. 1441 dari jalur Katsir bin Hisyam dariJa’far bin Burqan, dari Maimun bin Mihran, dari Umar.

    Dalam as-Silsilah ad-Dhaifah ditegaskan bahwa jalur sanad hadis ini lemah sekali (dhaif jiddan), karena dua alasan:

    Pertama, Terputus antara Maimun bin Mihran dengan Umar. Karena Maimun tidak pernah mendengar dari Umar.

    Kedua, bahwa antara perawi Katsir bin Hisyam dengan Ja’far bin Burqan ada satu perawi yang tidak disebutkan. Perawi itu adalah Isa bin Ibrahim al-Hasyimi. Sehingga jalur sanad yang lengkap:

    Dari Katsir bin Hisyam dari Isa bin Ibrahim dari Ja’far bin Burqan.

    Keberadaan Isa bin Ibrahim menjadi cacat sanad hadis ini. Karena para ulama mendhaifkannya. Imam Bukhari dan an-Nasai mengatakan, ‘Munkarul Hadis.’ Sementara Abu Hatim mengatakan, ‘Matrukul Hadis.’ Karena alasan ini, Ibnul Jauzi dalam kitab al-Ilal al-Mutanahiyah menilai hadis ini dengan pernyataan: ’La yasih,’ tidak shahih.

    Kesimpulannya, hadis ini adalah hadis yang lemah sekali, sehingga tidak bisa dijadikan acuan dalil.

    Read more https://konsultasisyariah.com/23475-doa-orang-sakit-mustajab.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here