Doa Masuk dan Keluar Masjid Kenapa Berbeda? Ini Pandangan Syekh Nawawi Banten

0
108

BincangSyariah.Com – Masjid adalah tempat paling mulia di muka bumi. Masjid disebut sebagai “rumah Allah”. Yakni rumah di mana rahmat dan ampunan Allah Swt. diturunkan di dalamnya. Salat fardu bernilai lebih ketika dikerjakan di masjid. Bahkan duduk di dalam masjid dengan niat i’tikaf sudah bernilai ibadah walaupun tidak berzikir atau membaca Alquran.

Orang yang rajin ke masjid diberi keistimewaan khusus oleh Allah Swt. Rajin dalam artian hatinya selalu merindukan masjid. Orang yang rajin ke masjid termasuk salah satu dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan langsung dari Allah kelak di mana pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari-Nya. Sungguh sangat beruntung orang yang rajin ke masjid.

Masjid sebagai “rumah Allah”, tentunya kita harus menjaga tata krama saat masuk ke dalamnya. Kita harus berakhlak mahmudah sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad saw. Saat mau masuk masjid, maka kaki kanan yang didahulukan. Lalu berdoa dengan doa berikut ini,

اعوذ با لله العظيم وبوجهه الكريم وسلطانه القديم من الشيطان الرجيم الحمد لله أللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد وصحبه وسلم أللهم اغفر لي ذنوبي وافتح لي ابواب رحمتك

A’udzubillahiladzim wabiwajhihilkarim wasulthonihilqodimi minasysyaitjonirrojimi alhamdu lillahi allahumma sholli ala sayyidina muhammadin wa ala ali muhammadin wasohbihi wasallim allahumma ighfir li dzunubi waftahli abwaba rohmatika.

Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, yang Maha Mulia, Yang Maha Dahulu, dari godaan setan yang terkutuk. Segala puji bagi Allah. Semoga tambahan rahmat dan keselamatan selalu menyertai Nabi Muhammad Saw., keluarganya, dan sahabatnya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hamba dan bukalah pintu kasih sayang-Mu.

Ketika hendak keluar masjid, maka dahulukan kaki yang kiri seraya berdoa dengan doa berikut ini,

Baca Juga :  Prinsip-prinsip Bertetangga yang Diajarkan Nabi

اعوذ با لله العظيم وبوجهه الكريم وسلطانه القديم من الشيطان الرجيم الحمد لله أللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد وصحبه وسلم أللهم اغفر لي ذنوبي وافتح لي ابواب فضلك

A’udzubillahiladzim wabiwajhihilkarim wasulthonihilqodimi minasysyaitjonirrojimi alhamdu lillahi allahumma sholli ala sayyidina muhammadin wa ala ali muhammadin wasohbihi wasallim allahumma ighfir li dzunubi waftahli abwaba fadhlika.

Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, yang Maha Mulia, Yang Maha Dahulu, dari godaan setan yang terkutuk. Segala puji bagi Allah. Semoga tambahan rohmat dan keselamatan selalu menyertai Nabi Muhammad saw., keluarganya, dan sahabatnya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hamba dan bukalah pintu karunia-Mu.

Doa di atas, antara masuk dan keluar masjid sekilas sama. Hanya saja di akhir doa, keduanya berbeda. Saat masuk, kita memohon dibukanya pintu rahmat. Saat keluar kita memohon terbukanya pintu karunia atau keutamaan. Lantas, kenapa doa keluar-masuk masjid dibedakan?

Jawabannya terdapat dalam kitab Muroqil Ubudiyah hal. 23, syarah kitab Bidayatul Hidayah. Saat hendak masuk masjid, maka berdoa dibukakan pintu rahmat. Karena masjid adalah tempat rahmat Allah pada hamba-hamba-Nya. Ketika hendak keluar masjid, maka berdoa dibukakan pintu karunia atau rezeki. Karena kita akan menuju tempat yang menjadi sebab meraih rezeki dan kekayaan. Rezeki dan kekayaan dapat diraih dengan berbagai macam profesi yang itu merupakan bentuk karunia dari Allah Swt. Allah Ta’ala A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here