Doa dalam Menghadapi Musibah Ada Tiga Tingkatan

0
802

BincangSyariah.Com – Berdoa merupakan aktivitas ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Manakala kita membaca sejarah para nabi dan orang saleh, kita akan menemukan banyak kisah yang diabadikan di dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang pentingnya doa dan betapa Mahakuasanya Allah SWT dalam mengabulkan permintaan hamba-Nya.

Sebab doa merupakan alat yang paling ampuh untuk menghalau musibah. Dalam kaitan ini, doa harus kita pandang sebagai keyakinan kuat bahwa Allah akan menjauhkan segala rintangan dan musibah yang menghadang. Kalau kita telah memiliki keyakinan yang teguh dengan berdoa maka Allah akan memberikan petunjuk mengenai sebab-sebab yang melancarkan jalan menuju harapan kita. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis qudsi.

انا هند ظن عبدي بي وانل معه اذا دعاني

Artinya: “Aku mengikuti sangkaan-sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku akan selalu menyertainya apabila ia berdia kepada-Ku.” (HR. Bukhari)

Terkait hadis di atas, maka tidak berlebihan kiranya jika para ulama menyamakan doa sebagai obat segala penyakit dan solusi berbagai masalah.  Sebagai Ibnu Qoyim berkata dalam al-Da’ wa al-Dawa’

الدعاء من أنفع الأدوية ، وهو عدو البلاء ، يدافعه ويعالجه ويمنع نزوله ويرفعه أو يخففه إذا نزل ، وهو سلاح المؤمن

Doa merupakan obat yang paling bermanfaat. Ia merupakan musuh bagi musibah. Dapat mengobatinya dan mengatasinya, mencegah turunnya musibah atau mengangkatnya atau meringankannya. Ia adalah senjata mukmin”

Namun, doa yang dipanjatkan oleh setiap hamba Allah mempunyai kekuatan yang bermacam-macam. Tergantung dengan kualitas doa yang dipanjatkan. Karenanya menurut Ibnu Qayyim, doa dalam menghadapi musibah ada tiga tingkatan:

Pertama: Doa lebih kuat dari musibah, maka dia dapat mengusirnya.

Kedua: Doa lebih lemah dari musibah, maka musibah dapat mengalahkannya sehingga seorang hamba tertimpa musibah, akan tetapi bisa jadi doa dapat meringankannya walaupun doanya lemah.

Baca Juga :  Cara Menakwil Hadis Menjenguk Allah yang Sakit

Ketiga: Keduanya saling bertikai, satu sama lain saling mencegah terjadi pada orang tersebut.

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here