Doa Al-Qur’an: Doa Agar Lancar Menjalani Sidang Skripsi

0
596

BincangSyariah.Com – Sebagai mahasiswa akhir, tahapan akhir untuk menuju wisuda adalah sidang skripsi. Setelah melakukan penelitian dan tahapan ujian-ujian lainnya, sidang skripsi juga menjadi salah satu penentu kelulusan. Tentunya selain melakukan usaha yang bersifat lahiriah, yaitu dengan belajar sungguh-sungguh kita juga perlu melakukan upaya yang bersifat bathiniah seperti sholat hajat dan berdoa.

Doa-doa yang dipanjatkan bisa kita sampaikan kepada Allah dengan bahasa kita sendiri. Namun alangkah baiknya kita memanjatkan doa yang telah diajarkan oleh Al-Qur’an. Salah satunya adalah doa yang telah diajarkan Nabi Musa saat hendak menghadapi Firaun untuk menyerukan mereka agar menyembah Allah. Doa tersebut tercantum dalam surat Thaha ayat 25-28:

قَالَ رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي ٢٥  وَيَسِّرۡ لِيٓ أَمۡرِي ٢٦ وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةٗ مِّن لِّسَانِي ٢٧  يَفۡقَهُواْ قَوۡلِي ٢

Artinya: Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku (25) dan mudahkanlah untukku urusanku (26) dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku (27) supaya mereka mengerti perkataanku (28)

Firaun sendiri adalah ayah angkat Musa yang merawat Musa sejak bayi saat ia ditemukan di aliran sungai Nil oleh istrinya, Asiah. Musa dirawat sampai besar dan kemudian mendakwahkan Firaun agar menyembah Allah. Tentu ini menjadi hal yang berat karena Musa juga tidak menghadapi orang biasa.

Dalam Tafsir al-Quran al-Adzim karya Ibnu Katsir disebutkan bahwa Firaun adalah sosok raja yang sombong dan mengaku sebagai Tuhan. Musa merasa gentar karena Firaun memiliki pasukan yang banyak, kerajaan yang paling besar pada masa itu, sangat  bersikap zolim dan terlebih lagi Firaun adalah sosok yang sempat mengasuhnya sejak kecil. Sehingga Musa memohon kepada Allah agar melapangkan dadanya, menenangkan hatinya sebab ini merupakan perintah Allah yang sangat bNusaesar.

Baca Juga :  Doa Al-Qur'an: Doa Memohon Rahmat dan Petunjuk

Nabi Musa juga memohon agar lidahnya diberi kelenturan dan kemudahan untuk berbicara karena lidahnya yang cedal. Hal itu terjadi karena sewatu kecil saat Firaun menghadirkan kurma dan bara api kepada Musa, ia memilih bara api yang lalu ia masukkan ke mulutnya. Firaun saat itu sedang menguji apakah Musa termasuk bayi yang  terlahir biasa seperti pada umumnya atau tidak. Maka Allah memberi ilham agar bayi Musa memilih bara api untuk mengelabui Firaun. Nabi Musa memohon kepada Allah untuk memberi kemudahan saat ia bicara agar kaum yang akan ia hadapi juga mengerti.

Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa tersebut bisa kita amalkan saat hendak melaksanakan sidang skripsi. Kita memohon agar diberi kemudahan dalam menjawab pertanyaan penguju, ketenangan saat melaksanakan sidang agar mendapatkan nilai yang baik. Perkara yang dihadapi Nabi Musa saat itu sungguh besar, tentu saja sidang skripsi bukanlah perkara yang sulit menurut Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here