Pembukaan Ijtima’ Ulama Al-Qur’an, Menteri Agama: Membahas Terjemah Al-Qur’an Bukan Pekerjaan Mudah

0
67

BincangSyariah.Com – Bandung. Di Hotel el-Royale pada 8-10 Juli di kota tersebut dipilih oleh Lembaga Pentashih Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama untuk melaksanakan kegiatan yang disebut Ijtima’ Ulama Al-Qur’an. Agenda utama kegiatan ini adalah – seperti disebutkan oleh Ketua LPMQ, Dr. K.H. Muchlis M. Hanafi, adalah melakukan uji sahih terjemahan Al-Qur’an yang dalam proses peninjauan dan penyesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia saat ini.

Acara ini mengundang hampir sekitar 90 pakar baik dari kalangan keilmuan keislaman khususnya Al-Qur’an, hingga pakar bahasa Indonesia. Beberapa nama besar para terlihat hadir dalam acara seperti Mantan Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Said Agil Al Munawar, Prof. Dr. K.H. Malik Madani, Prof. Dr. Huzaemah Tahido Yanggo (Guru Besar Fikih UIN Syarif Hidayatullah/Rektor IIQ), Tuan Guru Dr. Muhammad Zainul Majdi, Dr. Amir Faishol Fath, Dr. Abdul Ghofur Maimoen (putra dari K.H. Maimoen Zubair) dan masih banyak lagi. Dari pihak pakar bahasa, pihak LPMQ secara resmi menggandeng Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Prof. Dr. Quraish Shihab juga dijadwalkan akan hadir, namun seperti diinformasikan kepada pihak penyelenggara, tidak bisa hadir dikarenakan alasan kesehatan

Pada pembukaan acara tersebut, acara dibuka sekitar jam 8 malam langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Selain Menteri Agama Sejumlah pihak terkait juga memberikan sambutan seperti Dr. Dora Amalia dari Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan, Prof. Abdurrahman Mas’ud dari Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, hingga Menteri Agama sendiri.

Dr. Dora Amalia dari Pusat Bahasa selalu senang ketika terlibat dalam acara yang berkaitan dengan pengembangan penerjemahan Al-Qur’an. “Selama proses berdiskusi dan berdebat soal apa terjemahan yang pas untuk sebuah ayat, ada sejumlah kosakata dari yang bersumber dari diskusi tentang makna-makna dalam Al-Qur’an jumlahnya mencapai 100 kata yang masuk ke dalam kamus Bahasa Indonesia.”

Baca Juga :  Di Ijtima' Ulama Al-Qur'an, Dihasilkan Enam Poin Rekomendasi

Dari pihak Balitbang Kemenag, Prof. Abdurrahman Mas’ud menjelaskan bahwa fenomena penyesuaian terjemahan kata dalam Al-Qur’an adalah sesuatu yang sangat menarik untuk diamati. “Dahulu terjemahan Al-Qur’an Kemenag masih menggunakan terjemahan “gadis montok” untuk menerjemahkan kata kawaa’ib, kini sudah dirubah dengan “gadis molek”. Atau misalnya qawwamuun dahulu diartikan dengan “pemimpin”, saat ini sudah disesuaikan artinya menjadi “penanggungjawab”.

Menteri Agama sekaligus membuka acara ini juga menegaskan bahwa uji sahih ini bukan momentum untuk melakukan revisi terjemahan Al-Qur’an. “Ini bukan dalam arti yang dahulu keliru, terus saat ini diganti. Saya lebih menyebutnya sebagai penyesuaian. Saya juga menyadari bahwa kerja yang dilakukan selama lebih dari tiga tahun ini oleh para pakar adalah pekerjaan yang tidak mudah”, tegas beliau.

Al-Qur’an dan terjemahnya ini adalah bagian dari sejumlah produk yang telah dihasilkan oleh LPMQ. LPMQ telah menerbitkan sejumlah produk lain, misalnya Al-Qur’an dan Tafsirnya (lengkap 30 juz), Al-Qur’an Tematik yang membicarakan isu-isu kontemporer, Tafsir Ilmi (Tafsir untuk Tema-Tema Sains, yang bekerjasama dengan LIPI), dan Tafsir Ringkas Al-Qur’an yang sasarannya adalah untuk para eksekutif yang ingin belajar Al-Qur’an.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here