Di Ijtima’ Ulama Al-Qur’an, Dihasilkan Enam Poin Rekomendasi

0
56

BincangSyariah.Com – Ijtima’ Ulama Al-Qur’an yang berlangsung di Hotel el-Royale, Bandung mulai tanggal 8-10 Juli 2019 sudah selesai. Acara yang menghadirkan puluhan pakar dari berbagai bidang Keislaman sampai pakar bahasa Indonesia itu agenda utamanya adalah melakukan Uji Sahih Terjemahan Al-Qur’an. Pada tahun 2019 ini, yang dilakukan Uji Shahih adalah juz 21-30 setelah juz 1-20 telah selesai di tahun 2018 sejak dimulai pada tahun 2016. Dari Ijtima’ Ulama kemarin, dihasilkan beberapa poin rekomendasi,

Pertama, penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an merupakan keniscayaan sebagai respons atas perkembangan dinamika persoalan umat dan bahasa Indonesia. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses penyempurnaan ini, di antaranya:
Memperhatikan perkembangan dinamika dan kosakata Bahasa Indonesia.

1.) Menjaga konsistensi dalam penerjemahan kata maupun kalimat Al-Qur’an, khususnya yang berpengaruh pada pemahaman ayat.

2.) Mempertimbangkan karakteristik bahasa Al-Qur’an yang hammal zu wujuh (memiliki ragam makna/penafsiran) dengan memilih makna yang paling tepat sesuai dengan konteks kalimat atau konteks ayat.

3.) Mengimplementasikan kaidah-kaidah tafsir dan bahasa Arab dalam penerjemahan.
Sedapat mungkin menghadirkan terjemahan Al-Qur’an yang ramah, khususnya terhadap penyandang disabilitas, gender, dan lain-lain.

4.) Menambah subjudul dalam terjemahan Al-Qur’an edisi penyempurnaan untuk memudahkan masyarakat memahami tema-tema ayat Al-Qur’an.

Kedua, terjemahan Al-Qur’an memiliki keterbatasan-keterbatasan. Betapapun bagus dan sempurnanya, terjemahan Al-Qur’an tidak dapat sepenuhnya menghidangkan maksud Al-Qur’an secara utuh. Oleh karena itu, peserta Ijtimak mengimbau kepada masyarakat luas agar dalam memahami Al-Qur’an tidak hanya berpegang pada terjemahan Al-Qur’an, tetapi juga berpegang pada penjelasan ulama-ulama tafsir.

Ketiga, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an perlu mempertimbangkan masukan dan saran para peserta ijtimak dalam penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an sebelum diterbitkan.
Keempat, Kementerian Agama diharapkan terus berupaya meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap kitab sucinya dengan menghadirkan terjemahan Al-Qur’an yang sahih dan mudah dipahami oleh masyarakat. Kehadiran terjemahan dan tafsir Al-Qur’an yang baik dan benar akan berkontribusi positif dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia.

Baca Juga :  Larangan Mengaitkan Terjadinya Bencana Alam dengan Keadaan Politik

Kelima, Kementerian Agama diharapkan terus berupaya melakukan terobosan-terobosan dalam menghidangkan pemahaman Al-Qur’an kepada masyarakat, seperti kajian terhadap tema-tema kealquranan yang aktual, penyusunan kamus istilah Al-Qur’an, dan penyampaian ajaran/ kandungan Al-Qur’an kepada generasi milenial dengan membuat film-film pendek yang menggambarkan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dengan pendekatan yang mudah diterima oleh generasi milenial. Diharapkan produk-produk yang dihasilkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an ini bermanfaat dan dapat menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Keenam, Kementerian Agama diharapkan menyediakan bahan-bahan bacaan tafsir dan ilmu-ilmu keislaman lainnya bagi para penyandang disabilitas. Para peserta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama, dalam hal ini Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama R.I. atas inisiasi penyelenggaraan Ijtimak yang membahas persoalan keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan Al-Qur’an dan pemahamannya. Semoga segala kesungguhan yang telah dilakukan tercatat sebagai amal saleh di sisi Allah. Amin.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here