Defia Rosminar, Sang “Qurrata A’yun” Peraih Medali Emas Taekwondo

0
256

BincangSyariah.Com – Indonesia berhasil meraih medali emas pertamanya lewat cabang olahraga Taekwondo oleh atlet kelahiran Bogor Defia Rosmaniar (23) pada Minggu (19/08/2018), di Jakarta. Defia berhasil mengalahkan negara-negara tangguh seperti Korea di semifinal dan Iran di final. Raihan ini bukanlah hasil instan yang diraih Defia. Hasil ini diraihnya dengan kerja keras dan pengorbanan besar untuk fokus pada Asian Games 2018.

Indonesia boleh berbangga dengan gadis berhijab asal Bogor ini, pasalnya, Defia begitu fokus berlatih untuk perhelatan Asian Games sehingga dapat mempersembahkan medali emas. Defia bahkan tak bisa menghadiri pemakaman ayahnya saat tutup usia pada Maret lalu. Hal itu karena ia masih menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan.

Tentu saja, ketidakhadiran Defia dalam pemakaman ayahnya bukanlah hal yang ia inginkan. Atau juga bukanlah hal yang dilihat sebagai ambisinya di Asian Games semata. Defia menyadari bahwa semangat ayahnya yang telah mendukungnya di dunia Taekwondo menjadi kekuatan terbesar untuk tetap tegar menghadapi segala rintangan dan cobaan.

Birrul walidain dan hubbul-wathan Barangkali itulah yang terbesit di benak Defia. Dengan support penuh dari sang ayah serta bentuk cintanya pada Indonesia, ia tetap berlatih dan fokus pada capaiannya.

Untuk meraih hasil gemilang dalam ajang ini, entah berapa banyak peluh yang harus dilewati Defia. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi semester lima Universitas Negeri Jakarta, tentu kita bisa membayangkan bagaimana perjuangannya sehingga dapat berdiri di podium tertinggi Asian Games itu.

Dari luar lapangan, sang ibu menangis haru melihat Defia dikalungkan medali emas langsung oleh Presiden Joko Widodo—disaksikan langsung oleh tak hanya rakyat Indonesia, namun juga dunia. Bendera merah putih dikibarkan, Indonesia Raya berkumandang. Defia berlinangan air mata, haru dan bangga.

Baca Juga :  Menengok Olahraga pada Masa Nabi Saw.

Tak hanya sang ibu, Indonesia juga bangga padanya. Begitupun, sudah pasti sang ayah di akhirat sana akan bangga. Defia Rosmaniar, Qurrota A’yun bagi orangtuanya.

Taekwondo, Olahraga Asal Korea

Dari namanya tentu jelas bahwa taekwondo bukanlah olahraga yang berasal dari Indonesia. Takwondo merupakan jenis olahraga nasional negeri gingseng Korea. Namun begitu, meski bukan menjadi jenis olahraga yang berasal dari Indonesia, Indonesia nyatanya dapat keluar sebagai juara lewat Defia Rosmaniar.

Defia bahkan mengaku sempat grogi di semifinal saat melawan Korea Selatan. Namun setelah melewati fase itu, Defia berhasil mengukir sejarah dengan mengalahkan Taekwondoin Iran Marjan Salahshouri dengan perolehan poin 8.690. Hasil ini tentu menjadi ukiran sejarah bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya cabang olahraga Taekwondo Indonesia dapat meraih emas di ajang olahraga prestisius.

Di Indonesia, meski tidak sepopuler sepakbola, olahraga Taekwondo cukup diminati banyak anak di Indonesia. Bahkan banyak anak Indonesia yang familiar dengan enam filosofi sabuk pada Taekwondo. Dimulai dari sabuk putih sebagai level awal, hingga sabuk hitam di level akhir. Dalam Taekwondo, sabuk putih melambangkan kesucian. Karena putih adalah awal dari semua warna. Sedangkan sabuk hitam adalah akhir, kedalaman, kematangan, serta penguasaan diri.

Barangkali, Defia Sang Qorrota A’yun telah memahami arti dari sabuk hitam penguasaan dirinya. Karena meski Taekwondo bukan olahraga yang berasal dari negeri sendiri, Defia tetap berjuang dan mengendalikan dirinya untuk meraih podium tertinggi. Selamat, Defia! Indonesia bangga!

Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.