Daya Tarik Akhlak Mulia Lebih Indah dari Ceramah Manis Dai Kondang

0
890

BincangSyariah.Com – Akhlak adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatanya baik atau buruk untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkanya. (Ini Akhlak Mulia Nabi Muhammad yang Disebutkan dalam Kitab Taurat)

Begitupun dengan akhlak mulia, ia hanya akan menuntun seseorang pada hal-hal yang mulia. Sebab akhlak itulah yang menyebabkan seseorang melakukan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Seseorang yang berhiaskan akhlak yang mulia tentu tidak akan banyak pertimbangan ketika hendak melakukan perbuatan yang mulia. Nilai indah itu menghasilkan daya tarik tersendiri bagi orang lain untuk diikuti dan dituruti. Dalam kitab Tahdzib al Hilyah, Abu  Nu’aim Al Ashbahani menyebutkan:

إن الرجل ربما جلس إلى أيوب السختياني فيكون لما يرى منه أشد اتباعا منه ولو سمع حديثه

Akhlak mulia Ayyub As-Sakhtiyani yang mulia membuat orang yang melihatnya tertarik untuk meneladaninya, lebih dari tertariknya mereka seandainya hanya mendengar ceramahnya

Seseorang yang menyampaikan ceramanya dengan lugas dan manis belum tentu layak diikuti dan dituruti. Sebab tidak semua penceramah bisa menjadi teladan baik jama’ahnya. Mulut bisa membingkai kata-kata manis untuk dilontarkan, namun akhlak seseorang tidak bisa dimanipulasi oleh apapun.

Tak aneh jika disebutkan dalam keterangan di atas bahwa akhlak Ayyub As Sakhtiyani sudah bisa memiliki daya tarik tersendiri untuk diteladani oleh orang lain, bahkan dengan tanpa menyampaikan ceramah dari mulutnya.

Mungkin beberapa orang yang biasa menyampaikan ceramah manis di depan khalayak orang bisa menghipnotis para jamaah dengan hiasan kata perkata, namun kata-kata yang telah dihias tersebut belum tentu mencerminkan kepribadian dan akhlaknya.

Berbeda dengan orang yang berakhlak mulia, tanpa menyampaikan kata-kata indahpun sudah banyak yang terhipnotis oleh keindahan akhlaknya. Yang demikian tersebut membuat orang yang melihantnya bisa tertarik untuk meneladaninya.

Baca Juga :  Larangan Memaki dalam Islam: Catatan Untuk Habib Bahar bin Smith

Akhlak yang mulia bisa jadi satu alasan penting mengapa banyak orang meneladani dan mencintainya. Bahkan tidak hanya dari kalangan manusia, Rasulullah pun sangat mencintai orang yang berakhlak mulia. dikisahkan dalam riwayat Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR. Tirmidzi Shahih Al-Jaami’ 

Berbagai pemaparan di atas menegaskan bahwa akhlak mulia memiliki banyak keistimewaan, bahkan melebihi keistimewaan lidah yang tak bertulang. Dengan demikian, layak untuk kita yang belum sempurna dan belum mulia untuk memperbaiki akhlak sedini mungkin. Semoga bisa dan terus mampu berhiaskan akhlak mulia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here