Darah Ikan itu Suci atau Najis? Ini Penjelasannya

0
2690

BincangSyariah.Com – Ikan termasuk makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Dalam Islam, ikan merupakan hewan yang suci baik ketika masih hidup maupun setelah mati dan menjadi bangkai. Semua bagian tubuh ikan adalah suci dan halal dimakan. Namun bagaimana dengan darahnya, apakah darah ikan suci atau najis?

Meskipun ulama sepakat bahwa daging ikan dan semua bagian tubuhnya adalah suci dan halal dimakan, namun mereka berbeda pendapat mengenai darahnya. Sebagian ulama mengatakan najis, sementara sebagian yang lain mengatakan suci sebagaimana dagingnya.

Di antara ulama yang mengatakan bahwa darah ikan adalah najis adalah Imam Malik, Imam Ahmad dan Imam Daud Dhahiri. Sementara menuru Imam Abu Hanifah, darah ikan dihukumi suci sebagaimana dagingnya. Di antara dua pendapat tersebut, pendapat pertama adalah yang paling shahih, yaitu darah ikan adalah najis sebagaimana darah lain.

Dalam kitab Almuhazzab, Imam Syairazi mengatakan sebagai berikut;

وفي دم السمك وجهان ( أحدهما ) : نجس كغيره ( والثاني ) : طاهر ; لأنه ليس بأكثر من الميتة ، وميتة السمك طاهرة فكذا دمه )

“Dalam darah ikan ada dua pendapat. Pertama, najis sebagaimana darah yang lain. Kedua, suci karena ukuran darah ikan tidak lebih banyak (lebih sedikit) dibanding bangkainya, sementara bangkai ikan adalah suci, maka begitu juga (suci) darahnya.”

Dalam kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi menjelaskan pernyataan Imam Syairazi tersebut dengan penjelasan berikut;

. وأما  الوجهان في دم السمك فمشهوران ونقلهما الأصحاب أيضا في دم الجراد ونقلهما  الرافعي أيضا في الدم المتحلب من الكبد والطحال ، والأصح في الجميع النجاسة  . وممن قال بنجاسة دم السمك مالك وأحمد وداود . وقال أبو حنيفة : طاهر

“Adapun dua pendapat mengenai darah ikan sudah masyhur dan kedua pendapat tersebut telah dinukil juga oleh ulama Syafiiyah mengenai darah belalang. Imam Rafii juga menukil kedua pendapat tersebut mengenai darah yang diperas dari hati dan limpa. Pendapat yang shahih mengenai semua darah tersebut adalah najis. Sebagian ulama yang mengatakan najis adalah Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Daud. Sementara Imam Abu Hanifah mengatakan suci.”

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Hikmah dari Ulama-ulama yang Membujang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here