Dapat Daging Akikah dari Tetangga, Apakah Wajib Memakannya?

2
10

BincangSyariah.Com – Ketika kita mendapatkan daging akikah dari tetangga, teman atau kerabat kita, maka kita boleh memakannya sendiri dan boleh menyedekahkannya kepada orang lain. Tidak ada kewajiban bagi kita untuk memakan daging akikah hasil pemberian dari orang lain.

Ini sama halnya ketika kita diberi daging kurban oleh orang lain, kita tidak wajib memakannya, melainkan kita boleh menyedekahkannya kepada orang lain. Bahkan jika kita termasuk bagian dari orang-orang fakir dan miskin, maka kita boleh menjual pemberian daging akikah dari tetangga dan daging kurban.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj berikut;

وللفقير التصرف في المأخوذ ولو بنحو بيع المسلم لملكه ما يعطاه ، بخلاف الغني فليس له نحو البيع بل له التصرف في المهدي له بنحو أكل وتصدق وضيافة ولو لغني ، لأن غايته أنه كالمضحي نفسه

Bagi orang fakir boleh memanfaatkan kurban yang diambil (secara bebas) meski dengan semisal menjualnya kepada orang Islam, sebab ia memilikinya. Berbeda dari orang kaya, ia tidak diperkenankan menjualnya, tetapi ia hanya diperbolehkan mengalokasikan kurban yang diberikan kepadanya dengan semisal makan, sedekah, dan menghidangkan meski kepada orang kaya, sebab puncaknya ia seperti orang yang berkurban itu sendiri.

Adapun dalil yang menjadi dasar tidak adanya kewajiban memakan daging akikah dan kurban adalah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Qatadah bin Nu’man, bahwa Nabi Saw bersabda;

لا تبيعوا لحوم الهدي والاضاحي فكلوا وتصدقوا واستمتعوا بجلودها ولاتبيعوها وان اطعمتم من لحمها فكلوا ان شئتم

Janganlah kalian menjual daging hewan hadyu dan kurban. Makanlah, sedekahkan dan kalian gunakan kulitnya dan jangan menjualnya. Apabila kalian diberi daging hewan hadyu dan kurban, maka kalian makan jika kalian suka.

Dalam hadis ini, Nabi Saw menyebutkan bahwa jika kita diberi daging hewan kurban oleh orang lain, maka kita boleh memakannya jika kita suka. Sebaliknya, jika kita tidak suka, maka tidak masalah jika kita tidak memakannya.

Sama seperti daging kurban adalah daging akikah. Jika kita diberi daging akikah, maka kita boleh memakannya dan juga boleh tidak memakannya atau menyedekahkannya kepada orang lain.

100%

2 KOMENTAR

  1. […] Ketika seseorang melakukan akikah, baik untuk dirinya sendiri atau untuk anaknya, maka dia boleh menyembelih kambing akikah miliknya sendiri, hasil pemberian, dan hasil membeli. Semuanya sama-sama boleh dan sah dijadikan akikah. Tidak ada ketentuan kambing akikah harus beli. (Baca: Dapat Daging Akikah dari Tetangga, Apakah Wajib Memakannya?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here